Mengoptimalkan Inovasi Gintas, Ketua TP-PKK Inhil Lakukan Ekspose di Desa Sungai Luar
Kilasriau.com - Demi optimalnya Inovasi Gerakan Inhil Atasi Stunting atau GINTAS, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Indragiri Hilir (Inhil) Katerina Susanti Herman, melakukan ekspose di Kantor Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, pada Jumat (2/1) pagi.
GINTAS dijelaskan Bunda Katerina, merupakan respon strategi daerah akibat Prevalensi Stunting Inhil yang berada pada posisi paling tinggi se Provinsi Riau.
Karena itu, perlu kerjasama semua pihak dalam menekan angka stunting tersebut, salahsatunya dengan mendukung program unggulan GINTAS yakni Kasih Terdahsat atau "Kita Amalkan Sedekah Dua Telur Setiap Jumat".
- Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern
- Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
- Nawakara Perkuat Kapabilitas Rescue dan Jejaring Global melalui Partisipasi dalam 2nd Mission of Light Challenge di China
- Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir
- Wakil Ketua I DPRD Inhil Hadiri Peresmian Serentak 8 Mal Pelayanan Publik Semester I Tahun 2026
"Melalui program ini para ASN, masyarakat, dan stakeholder terkait, bisa menyumbangkan telur untuk disalurkan kepada Baduta, Balita Stunting dan Keluarga berisiko stunting.
Mengapa telur ? Karena telur merupakan sumber protein hewani dengan gizi yang tinggi, harganya murah dan mudah didapat masyarakat," ungkap Katerina Susanti.
Program yang telah berjalan ini, setidaknya berdampak positif pada penurunan angka stunting, khususnya di Kecamatan Batang Tuaka.
"Alhamdulillah di Batang Tuaka terjadi penurunan angka stunting, per Desember 2025 awalnya terdapat 192 anak, sekarang menjadi 96 anak. Mudahan-mudahan manfaat Gintas melalui Kasih Terdahsayat, dapat menurunkan angka stunting di semua kecamatan yang ada di Inhil," harap Bunda Santi.
Selain upaya pemenuhan gizi melalui sedekah telur tersebut, Katerina Susanti juga menyoroti pentingnya sanitasi dalam pencegahan stunting.
"Tahun ini Inhil kekurangan 475 unit jamban sehat, karena itu saya harap kita tidak hanya menunggu Dinas saja, tapi adanya swadaya masyarakat dengan mengaktifkan arisan jamban, untuk membantu penyediaan wc di rumah yang belum punya jamban yang layak," tambah Katerina.
Semua upaya yang dilakukan, baik itu pemenuhan gizi dan dorongan perilaku hidup sehat, dikatakan Bunda Santi demi terwujudnya target angka stunting Inhil di bawah 10 %.

Tulis Komentar