Klaim BPJS Ketenagakerjaan Sumbar Riau & Kepri Tembus Rp4,2 Triliun
KILASRIAU.com -- BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau (Sumbarriau) mencatat total pembayaran klaim mencapai Rp4,2 triliun hingga Desember 2025. Nilai tersebut berasal dari 453.985 kasus klaim peserta yang tersebar di 29 kantor cabang wilayah Sumbar, Riau, dan Kepri.
"Angka ini meningkat signifikan dibandingkan posisi November 2024 yang tercatat sebesar Rp3,6 triliun dari 301.997 kasus," ujar Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar Riau Kepri, Hengky Rhosidien saat gathering bersama media di Pekanbaru, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa pembayaran klaim tersebut mencakup lima program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dari total Rp4,2 triliun, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) mendominasi dengan nilai Rp3,4 triliun, disusul Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp462,2 miliar, Jaminan Kematian (JKM) Rp214 miliar, Jaminan Pensiun (JP) Rp72,7 miliar, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Rp68,2 miliar.
- CSR PT Inecda Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan, Petani KWT Titian Resak Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
- Klaim BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota Tembus Rp801 Miliar Sepanjang Tahun 2025
- BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota Jalin MoU PLKK dengan 40 Rumah Sakit dan Faskes di Riau
- Tim Sepak Bola Indragiri Muda Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan pada Festival KSS VII Pemuda Pancasila
- BPJS Ketenagakerjaan Anugerahkan Paritrana Awards 2025 Tingkat Provinsi Riau
"Seluruh program tersebut dijalankan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011. Peningkatan nilai klaim sejalan dengan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan optimal kepada peserta," tegas Henky.
Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah pemanfaatan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang memungkinkan peserta mengakses layanan secara cepat dan efisien, termasuk pengajuan klaim JHT yang dapat diproses hanya dalam hitungan menit.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan prima, mulai dari informasi, pendaftaran, hingga pencairan manfaat, agar peserta mendapatkan pengalaman layanan terbaik,” tutur Henky.(yan)

Tulis Komentar