Jembatan Penghubung Desa Tuk Jimun–Air Balui Runtuh, Akses Ekonomi Warga Terputus

KILASRIAU.com, Kemuning — Jembatan penghubung antara Desa Tuk Jimun dan Desa Air Balui, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dilaporkan runtuh akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Camat Kemuning, Nurliatin, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa jembatan yang berlokasi di RT 03 RW 02 Dusun Keramat, Desa Tuk Jimun, mengalami kerusakan parah akibat luapan Sungai Reteh yang disertai erosi tanah di sekitar struktur jembatan.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Reteh meningkat signifikan hingga mengakibatkan erosi dan runtuhnya jembatan penghubung dua desa,” ujar Nurliatin dalam laporannya.

Dijelaskan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Desa Tuk Jimun dan sekitarnya. Runtuhnya jembatan berdampak langsung terhadap mobilitas warga, terutama dalam aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.

Sebagai langkah awal, pihak kecamatan bersama pemerintah desa telah menutup sementara akses jembatan dengan memasang portal guna mencegah terjadinya kecelakaan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Inhil, Ari Syuria, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait kejadian tersebut dari masyarakat setempat. 

Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil masih berada di Desa Talang Jangkang untuk membantu warga terdampak banjir serta memantau debit air sungai.

“Besok tim akan kami turunkan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jembatan di Desa Tuk Jimun, selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Ari Syuria.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga berharap adanya penanganan cepat agar akses penghubung antar desa dapat segera dipulihkan.**






Tulis Komentar