Kontingen Pangean Menyala di STQ Kuantan Singingi 2025: Pulang dengan Predikat Terbaik Terbanyak, Targetkan Juara di MTQ Riau 2026
KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2025 resmi ditutup dalam suasana khidmat dan penuh haru di Pondok Pesantren Imam Saleh Inuman, Kecamatan Inuman, Selasa (09/12/2025) siang. Ratusan mata menyaksikan prosesi penutupan yang menandai tuntasnya rangkaian perlombaan syiar Al-Qur’an yang telah berlangsung selama beberapa hari itu.
Kegiatan ditutup setelah seluruh cabang perlombaan selesai — mulai dari muratal, syahril qiraat, tilawah, khatil hingga cabang tahmil. Suasana keagamaan kian syahdu ketika para peserta terbaik dipanggil satu per satu untuk menerima penghargaan. Para peserta, pelatih, kafilah dan tamu undangan terlihat larut dalam rasa haru dan bangga atas hasil perjuangan panjang dalam pembinaan Al-Qur'an.
Dalam sambutannya, Kepala Kementerian Agama Kuantan Singingi H. Suhelmon, M.A., C.Qem., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, kafilah kecamatan, serta masyarakat yang turut mendukung penyelenggaraan STQ 2025. Ia menyebut bahwa penyelenggaraan STQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi sebagai bentuk keseriusan daerah dalam menjaga eksistensi dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
“STQ bukan sekadar perlombaan, namun ikhtiar mulia untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Semoga semua peserta terus istiqamah setelah perlombaan ini,” ujarnya.
Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby dalam arahannya juga menekankan bahwa pemerintah daerah akan terus memberi ruang dan dukungan penuh terhadap pendidikan dan pembinaan Al-Qur'an — baik melalui lembaga formal, rumah tahfiz, pesantren, maupun program pemberdayaan masyarakat.
“Kuansing tidak hanya ingin menjadi tuan rumah MTQ, tetapi ingin menjadi lumbung qori dan qoriah terbaik yang membanggakan Riau dan Indonesia,” pesannya.
Dari seluruh kecamatan yang ikut bertanding, Kecamatan Pangean tampil mencolok dengan meraih predikat terbaik terbanyak. Dominasi ini menjadi sorotan positif pada siang penutupan. Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras panjang yang telah dipersiapkan jauh sebelum pelaksanaan STQ.
Camat Pangean Aswandi, S.Pd., MM, menyampaikan kebanggaan dan rasa terima kasih kepada seluruh kontingen, pelatih, orang tua, dan seluruh masyarakat Pangean yang ikut serta memberi dukungan moral maupun material.
“Terima kasih untuk seluruh kontingen Pangean. Predikat terbaik terbanyak ini bukan kebetulan, tetapi hasil kerja keras, kesungguhan, dan latihan yang kami lakukan jauh-jauh hari,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan titik akhir, melainkan langkah awal menuju tantangan yang lebih besar, terutama menyongsong MTQ tingkat Provinsi Riau tahun 2026.
“Harapan kita tentu anak-anak dari Pangean dapat meraih juara pertama di MTQ Provinsi Riau nanti. Kemarin kita bangga ada dua orang dari Pangean yang berangkat hingga ke Sulawesi. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi yang bisa ikut pada MTQ Riau yang di delegasikan acaranya di Kuansing, karena kita akan menjadi tuan rumah,” harapnya.
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kuantan Singingi karena akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Riau. Oleh sebab itu, keberhasilan STQ 2025 menjadi modal moral dan teknis untuk mempersiapkan duta-duta Qur'ani terbaik dari Kuansing — termasuk dari Pangean — agar tampil memukau di panggung provinsi.
Pembinaan peserta dipastikan akan tetap berlanjut. Sejumlah kecamatan telah merencanakan program pelatihan lanjutan, termasuk pemusatan latihan, penguatan bimbingan tahfiz, pelatihan vokal, hingga pendalaman ilmu tajwid dan tafsir.
Penutupan STQ 2025 tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga momentum besar untuk memastikan pembinaan Al-Qur’an terus bergerak ke depan. Kuantan Singingi kini menatap 2026 dengan ambisi yang matang — bukan sekadar menjadi penyelenggara MTQ tingkat provinsi, tetapi menjadi wilayah dengan qori dan qoriah terbaik.
Semangat yang terpancar dari para kafilah, pelatih, orang tua, dan masyarakat, menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an bukan hanya sebatas ritual perlombaan, tetapi telah menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat Kuantan Singingi.*(ald)


Tulis Komentar