Aksi Penipu Mengatasnamakan Bupati Inhil Terjadi di WhatsApp, Herman Tegaskan Bukan Dirinya
KILASRIAU.com – Aksi penipuan dengan modus mengatasnamakan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) kembali terjadi. Kali ini, pelaku menggunakan foto profil serta nama Bupati Herman di aplikasi WhatsApp untuk menghubungi calon korban dan meminta transfer dana.
Dalam tangkapan layar yang beredar, pelaku mengirim pesan kepada korban dengan memperkenalkan diri sebagai “Herman, Bupati Inhil”. Pelaku kemudian meminta korban melakukan panggilan suara, sebelum akhirnya mengirimkan nomor rekening atas nama orang lain dan meminta bukti transfer setelah dana dikirim.
Bupati Indragiri Hilir, Herman, menegaskan bahwa pesan tersebut bukan berasal darinya. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah meminta dana, mengarahkan transfer uang, ataupun berkomunikasi secara pribadi terkait hal-hal seperti itu melalui WhatsApp.
- Bea Cukai Aceh Gagalkan Dugaan Penyelundupan 2,9 Kg Emas ke Malaysia
- OTT KPK di Kuansing Guncang Riau, Projo Riau : Jangan Biarkan Korupsi Terus Mencoreng Wajah Daerah
- PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
- Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Dua Saksi Kader IMM Resmi Diperiksa: Tim Advokasi Desak Penyidik Kembangkan Bukti CCTV DPRD Riau dan Tuntut Langkah Progresif
“Saya tegaskan, itu bukan saya. Jangan dipercaya. Masyarakat harus berhati-hati jika ada pihak yang mengatasnamakan Bupati untuk meminta uang ataupun data pribadi,” ujar Herman.
Pemerintah Kabupaten Inhil mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila menerima pesan mencurigakan serupa.
Pemkab juga mengingatkan agar masyarakat selalu memverifikasi informasi melalui nomor resmi, kanal komunikasi pemerintah, atau melalui staf protokol.
Kasus ini telah diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti. Pemerintah daerah kembali menekankan pentingnya kewaspadaan bersama di tengah maraknya modus penipuan digital yang menyasar masyarakat.

Tulis Komentar