Tersentuh Hafalan Al-Qur’an, Camat Kuantan Tengah Tak Kuasa Menahan Air Mata pada Wisuda Santri Angkatan IV
KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti halaman Rumah Tahfiz Qur’an (RTQ) Baznas Kabupaten Kuantan Singingi pada Rabu (03/12/2025). Puluhan orang tua, tokoh agama, serta tamu undangan ikut menyaksikan momen bersejarah Wisuda Santri Angkatan IV, yang menandai keberhasilan para santri menyelesaikan pembinaan tahfiz Al-Qur’an.
Acara ini turut dihadiri oleh Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, bersama sejumlah pejabat daerah. Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain, ST., M.Si, hadir mewakili Bupati, didampingi Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Baznas Kuansing, Syafriadi, SH.I, serta Kabag Kesra Setda dan Ketua PKK Kuansing, Hj Yulia Herma. Jajaran pejabat juga didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Pimpinan Pondok Pesantren, Kepala Desa Beringin Taluk, serta para tokoh masyarakat.
Kegiatan wisuda tahun ini mengukuhkan 31 santri sebagai lulusan resmi RTQ Baznas Kuansing. Pada momen yang sama, 36 santri baru diterima untuk Tahun Pembinaan 2026, yang akan menjadi generasi selanjutnya dalam program pendidikan Qur’ani.
Prosesi wisuda berlangsung penuh emosi, terutama ketika para santri mempersembahkan hafalan Al-Qur’an di hadapan tamu undangan dan orang tua. Kalimat-kalimat ayat suci yang dilantunkan membuat banyak tamu terbawa suasana, termasuk Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, yang tampak meneteskan air mata karena haru. Ia tampak menyeka matanya saat menyaksikan para santri tampil di panggung dengan penuh percaya diri.
Acara semakin bermakna dengan penyerahan bantuan program ekonomi dan bantuan santripreneur kepada santri, sebagai bentuk dukungan Baznas bagi kemandirian ekonomi umat.
Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain, ST., M.Si, menyampaikan bahwa pembinaan tahfiz merupakan investasi moral dan spiritual bagi daerah:
“RTQ Baznas adalah bukti bahwa pendidikan agama dapat berjalan seiring dengan pembinaan karakter dan moral generasi muda. Ini adalah investasi besar untuk masa depan Kuansing.”
Ketua Baznas Kuansing, Syafriadi, SH.I, menegaskan komitmen pihaknya dalam pendidikan Qur’ani berbasis pemberdayaan:
“Kami ingin melahirkan santri yang kuat dalam hafalan, kuat dalam akhlak, dan juga kuat dalam kemandirian ekonomi. Santri harus bangkit sebagai kekuatan umat.”
Sedangkan Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, yang tak kuasa menahan air mata saat prosesi hafalan berlangsung, memberikan pesan penuh makna:
“Air mata ini bukan kesedihan, tetapi kebanggaan. Anak-anak kita bukan hanya sedang menghafal Al-Qur’an — mereka sedang menjaga masa depan bangsa. Jadilah penerang di mana pun kalian berada.”
Para orang tua terlihat bangga dan bersyukur menyaksikan anak-anak mereka menerima sertifikat dan medali kelulusan. Mereka meyakini bahwa pendidikan Qur’ani adalah fondasi untuk mencetak generasi berakhlak mulia.
Kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan sesi foto. RTQ Baznas Kuansing kemudian menyampaikan pesan motivasi bagi seluruh santri:
“Wisuda bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan besar. Hafalkan dengan hati, jaga dengan amal, sebarkan dengan akhlak. Selama kalian menjaga Al-Qur’an, Al-Qur’an akan menjaga kalian.”
Dengan keberhasilan 31 santri diwisuda dan 36 santri baru diterima, RTQ Baznas Kuansing kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi Qur’ani yang berilmu, rendah hati, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa.*(ald)


Tulis Komentar