Bea Cukai Aceh Sukses Salurkan Bantuan Banjir ke Lhokseumawe Lewat Operasi Laut Terpadu
KILASRIAU.com, Aceh — Upaya kemanusiaan Bea Cukai Aceh dalam membantu korban banjir di wilayah utara Aceh kembali menunjukkan hasil signifikan. Setelah melaksanakan proses ship-to-ship (STS) antara Kapal BC 60001 dan BC 30001 di perairan Langsa, seluruh logistik bantuan untuk wilayah Lhokseumawe berhasil diberangkatkan pada pagi hari dan tiba di lokasi lebih cepat dari jadwal.
Kapal BC 30001 yang mengangkut bantuan tersebut tiba di wilayah Lhokseumawe pada pukul 04.22 WIB. Setibanya di lokasi, bantuan segera diserahterimakan melalui posko yang telah disiapkan, kemudian disalurkan kepada para korban bencana banjir yang beberapa hari terakhir mengalami keterbatasan akses akibat terputusnya jalur distribusi darat.
Bantuan yang dikirim meliputi kebutuhan dasar serta perlengkapan darurat yang vital dalam masa tanggap darurat ini. Seluruh bantuan merupakan kontribusi dari Kementerian Keuangan melalui program Kemenkeu Satu dan Bea Cukai Peduli Banjir Sumatera, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Aceh.
- Satlantas Polres Inhil Turun ke Jalan, 500 Masker N95 Dibagikan Sambil Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan
- Musim Kemarau dan Ancaman Bahaya Karhutla, Siswa Serdik Sespimen Polri Berikan Bantuan Air Bersih Hingga Tanam Pohon
- Plh. Bupati Inhil Yuliantini Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Pulau Burung
- Ditengah Kabut Asap, KKN Kelompok 143 UMRI dan Pemerintah Desa Buluh Rampai Bagikan Masker Bersamaan dengan Penyaluran Beras
- Respon Cepat Karhutla, PC IMM Kuansing dan BEM UNIKS Bagikan Masker untuk Warga Teluk Kuantan
Dalam proses distribusi lanjutan di Lhokseumawe, Bea Cukai Aceh bersinergi dengan unsur TNI yang membantu pengamanan serta penyaluran langsung ke lokasi pengungsian. Sinergi ini memastikan distribusi berlangsung cepat, tertib, dan tepat sasaran.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menyampaikan bahwa keberhasilan distribusi ini merupakan hasil kerja keras petugas di lapangan serta koordinasi intensif lintas instansi yang berjalan efektif.
"Jalur laut menjadi opsi utama mengingat sejumlah ruas jalan darat masih belum pulih, sehingga pengoperasian Kapal BC 30001 dan BC 60001 menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus bantuan," jelasnya.
Dengan tibanya bantuan tersebut, para korban banjir di Lhokseumawe kini memperoleh tambahan pasokan penting untuk menunjang kebutuhan harian mereka selama masa pemulihan pascabencana.

Tulis Komentar