Pemkab Inhil Tetapkan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Galakkan Aksi Gotong Royong Massal
KILASRIAU.com – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) resmi menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi sebagai respons atas meningkatnya potensi curah hujan ekstrem yang berisiko memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Inhil H. Herman menginstruksikan pelaksanaan Aksi Gotong Royong Massal sebagai langkah mitigasi dini yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan tim gabungan lintas instansi.
Aksi gotong royong ini difokuskan pada pembersihan saluran air, normalisasi parit, serta penataan lingkungan di titik-titik rawan banjir guna meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi.
- Petugas Pos Pelayanan Laksanakan Pengamanan Kedatangan Kapal di Pelindo Tembilahan
- Apel Gabungan Ops Ketupat Lancang Kuning 2026 Digelar di Kateman, Siap Amankan Idul Fitri
- Polsek Tempuling Bersama Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Hotspot di Tanjung Pidada
- Inhil Siaga Darurat Karhutla, Kalaksa R. Arliansah Perintahkan Tim TRC Pantang Pulang Sebelum Api di Tempuling Padam
- Personel Polsek Tempuling Laksanakan Pendinginan Titik Hotspot di Tanjung Pidada Meski Tengah Berpuasa
Kegiatan dilaksanakan bertahap selama empat hari dengan lokasi sebagai berikut:
1. Senin, 1 Desember 2025 – Jl. Lingkar II
2. Selasa, 2 Desember 2025 – Jl. Trimas
3. Rabu, 3 Desember 2025 – Jl. Batang Tuaka
4. Kamis, 4 Desember 2025 – Jl. Baharuddin Yusuf
Pelaksanaan aksi ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Personel yang terlibat merupakan Tim Gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Tim Juang, Satpol PP, Dishub, Damkar, Dinsos, DLHK, Perkim, Kecamatan Tembilahan, serta masyarakat setempat.
Bupati Inhil H. Herman menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi seluruh pihak yang turut turun ke lapangan.
“Aksi gotong royong ini adalah wujud nyata dari semangat ‘Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’. Saya berharap momen ini tidak hanya menjadi kegiatan insidentil, tetapi dapat berkembang menjadi budaya kebersihan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indragiri Hilir,” ujar Bupati Herman.
Ia juga menambahkan, dengan menjadikan kebersihan dan pemeliharaan lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari, masyarakat Inhil akan memiliki ketahanan lebih kuat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.


Tulis Komentar