Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Camat Eka Putra Buka Pelatihan Kompos untuk Petani Desa Pulau Baru

foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Hal ini dibuktikan dengan terlaksananya Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Pulau Baru pada Kamis, 27 November 2025 di Aula Kantor Desa Pulau Baru, yang dibuka langsung oleh Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si.

Kegiatan pelatihan berlangsung di aula desa dan diikuti dengan antusias oleh peserta yang didominasi para petani sayur dan palawija—kelompok yang memang menjadi prioritas utama penerima manfaat pelatihan ini. Sejak pagi, peserta telah memenuhi lokasi kegiatan, menunjukkan besarnya minat terhadap pemanfaatan pupuk organik sebagai solusi pemupukan pertanian.

Hadir sebagai pemateri pelatihan adalah Em Surya Ihwan dan Reni Arianti dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kuantan Tengah. Keduanya memberikan materi lengkap mulai dari teori dasar, manfaat kompos bagi kualitas tanah, hingga praktik langsung proses fermentasi organik menggunakan bahan alam yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Sementara itu, kegiatan juga dihadiri perangkat desa dan BPD Desa Pulau Baru, serta Pendamping Desa, Eko Rinaldo, yang turut mengawal dan memberikan dukungan terhadap kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat ini.

Kepala Desa Pulau Baru, Mahyudin, berhalangan hadir dan diwakili oleh Sekretaris Desa, Febri Mayoka. Dalam sambutannya, Febri menegaskan bahwa pelatihan ini sangat dibutuhkan petani saat ini, mengingat tingginya harga pupuk kimia dan semakin mendesaknya kebutuhan penerapan pertanian ramah lingkungan.

“Kami berharap peserta mengikuti kegiatan ini secara sungguh-sungguh. Pembuatan kompos bukan hanya menghemat biaya, tetapi juga menjaga kesehatan tanah dan meningkatkan hasil panen. Ini peluang besar untuk petani,” ujar Febri.

Membuka acara resmi, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata pemerintah kecamatan untuk memperkuat pondasi ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian berkelanjutan.

“Kita ingin petani semakin mandiri dalam pemupukan. Ketergantungan pada pupuk kimia tidak hanya mahal, tetapi juga merusak struktur tanah dalam jangka panjang. Jika pengetahuan pembuatan kompos ini diterapkan, saya yakin hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” tegas Eka dalam sambutannya.

“Pemerintah kecamatan akan terus mendorong program-program berbasis pemberdayaan. Ketika petani kuat, maka ekonomi masyarakat Desa Pulau Baru dan Kuantan Tengah secara umum akan ikut meningkat,” tambahnya.

Pelatihan berlangsung dalam dua sesi — pemaparan teori dan praktik lapangan. Suasana tampak hidup saat peserta mencoba mencampur bahan-bahan kompos seperti kotoran ternak, dedaunan, sekam, dan aktivator alami dalam wadah produksi. Narasumber memandu proses fermentasi dan menjelaskan cara mempercepat penguraian tanpa menimbulkan bau.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi tanya jawab. Banyak petani mengajukan pertanyaan seputar penerapan kompos untuk berbagai jenis tanaman, komposisi bahan terbaik, hingga strategi pemasaran jika produksi kompos dilakukan dalam skala kelompok tani.

Di akhir kegiatan, pemerintah desa dan kecamatan berharap agar pelatihan ini tidak hanya berhenti sebatas pengetahuan, tetapi berkembang menjadi gerakan produksi kompos di tingkat rumah tangga maupun kelompok tani. Langkah ini dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui penjualan pupuk organik.

Pelatihan diakhiri dengan foto bersama dan rencana tindak lanjut berupa monitoring dari perangkat desa dan pendamping desa untuk memantau penerapan pembuatan kompos oleh peserta dalam beberapa minggu ke depan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Desa Pulau Baru mencatat langkah penting dalam peningkatan kualitas pertanian. Kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah, Pemerintah Desa, BPP, dan pendamping desa menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berpusat pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk menuju pertanian mandiri dan berkelanjutan.*(ald)






Tulis Komentar