Ketua GINTAS Turun Langsung Beri Asupan Gizi bagi Anak Stunting di dua Kecamatan di Kabupaten Inhil
KILASRIAU.com – Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj. Katerina Susanti, SKM., M.Kes., yang juga memimpin Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting (GINTAS), kembali turun langsung meninjau sekaligus memberikan bantuan asupan gizi kepada warga yang mengalami stunting, Senin (17/11/2025).
Kunjungan lapangan tersebut dilakukan di tiga titik. Lokasi pertama berada di Kecamatan Tembilahan Kota, tepatnya di Jalan Tanjung Priok, Lorong Tanjung Emas, Kelurahan Tembilahan Kota.
Selanjutnya, rombongan bergerak ke Jalan Pelajar, Lorong Kecubung 2, Kelurahan Pekan Arba. Usai dari Tembilahan Kota, kegiatan dilanjutkan ke Kecamatan Tembilahan Hulu, tepatnya di Jalan Sederhana, Gang Cermai.
- Kapolres Indragiri Hilir Bersama Pejabat Utama Cek Pos Pengamanan dan Pelayanan Idul Fitri 1447 H 2026
- Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan
- Mudik Tenang Tanpa Cemas, Polsek Tempuling Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Warga
- Bupati Inhil Tegaskan Penataan SDM Pasca Restrukturisasi OPD Masih Berproses, ASN Diminta Tetap Tenang
- Kapolri-Titiek Soeharto Resmikan-Groundbreaking 110 Jembatan Merah Putih Presisi Riau
Kedatangan Ketua TP PKK yang sekaligus Ketua GINTAS ini merupakan langkah nyata yang diinisiasi langsung oleh Bupati Inhil melalui DP3KBP2A dan TP PKK Inhil. Dalam kegiatan tersebut, Hj. Katerina turut didampingi Kadis Kesehatan, jajaran DP3KBP2A, Camat, Lurah, serta kader Posyandu setempat.
Dalam keterangannya, Hj. Katerina Susanti menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.
“Pertumbuhan anak-anak kita menjadi generasi sehat dan hebat membutuhkan asupan gizi yang cukup. Ini adalah salah satu kunci untuk menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di Inhil,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya pemberian makanan bergizi secara rutin, salah satunya program pembagian telur ayam dua butir setiap hari Jumat kepada anak-anak berisiko stunting.
“Memenuhi kebutuhan gizi tidak bisa dilakukan sesekali, harus rutin dan berkesinambungan. Karena itu program pemberian telur setiap hari Jumat terus kita dorong agar benar-benar sampai dan bermanfaat,” tambahnya.
Di akhir kunjungan, Hj. Katerina menegaskan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama.
“Permasalahan stunting bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja sama dan kepedulian, kita bisa wujudkan generasi Inhil yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutupnya.


Tulis Komentar