Sosok Eka Putra, S.Sos., M.Si di Mata Teman Sejawat, Beny Julianus, S.E., M.Si
TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Sebuah pertemuan penuh makna terjadi antara Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, dan teman sejawatnya, Beny Julianus, S.E., M.Si., di sebuah warung sederhana di Teluk Kuantan. Momen ini bukan sekadar temu kangen biasa, melainkan pertemuan dua sahabat lama yang telah terpisah oleh jarak dan kesibukan pekerjaan. Sabtu (15/11/2025).
Beny, yang kini berdomisili di Pekanbaru dan bekerja sebagai ASN di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dengan jabatan Pranata Keuangan, sengaja pulang ke Teluk Kuantan bukan untuk berlibur, tetapi karena musibah yang menyelimuti keluarganya. Sejak Rabu (12/11/2025), ia berada di kampung halaman untuk melaksanakan pemakaman ibunda tercintanya yang telah berpulang ke rahmatullah. Dalam suasana duka itu, ia masih menyempatkan diri bertemu Eka, sahabat yang ia hormati sejak lama.
Pertemuan keduanya berlangsung hangat, meski hati Beny tengah dirundung kesedihan mendalam. Duduk bersebelahan di meja kecil warung, mereka berbincang sambil menikmati hidangan sederhana. Sorot mata dan senyum yang mengembang memperlihatkan bahwa persahabatan tidak pernah pudar meski waktu dan kesibukan memisahkan.
Di mata Beny, Eka Putra tetaplah sosok pemimpin yang matang, rendah hati, dan selalu menjaga hubungan baik dengan siapa pun. Ia mengungkapkan bahwa Eka tidak hanya dikenal karena kinerjanya yang disiplin dan responsif sebagai camat, tetapi juga karena kepribadiannya yang tulus.
“Eka itu bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga kawan berdiskusi yang selalu membawa energi positif. Cara dia bekerja, cara dia menyikapi persoalan, sangat dewasa dan solutif. Kami yang sering bersamanya tahu betul bagaimana ketulusan itu terlihat dari sikap sehari-harinya,” ujar Beny.
Beny menuturkan bahwa meski dirinya kini bekerja di Pekanbaru dan telah lama berpisah dengan Eka karena tuntutan tugas, hubungan di antara mereka tidak pernah renggang. Setiap ada kesempatan pulang ke kampung, ia selalu berusaha menyapa dan bertemu rekan-rekan lama, termasuk Eka Putra.
Ia pun menilai bahwa keberhasilan Eka dalam memimpin Kecamatan Kuantan Tengah tidak terlepas dari prinsip hidup yang ia jalani: bekerja dengan niat baik dan menjaga hubungan kemanusiaan di atas segalanya. Karakter egaliter itu, menurut Beni, menjadi alasan mengapa Eka dihormati oleh banyak pihak.
“Kalau orang bertanya kenapa Eka disukai banyak orang, jawabannya sederhana: karena dia tulus. Dia dekat dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan,” ungkapnya.
Di tengah suasana haru karena kepergian sang ibunda, Beni menyampaikan pesan khusus kepada Eka—pesan dari seorang sahabat lama yang sedang menjalani fase berat dalam hidupnya.
“Eka, tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati dan penuh ketulusan seperti yang aku kenal selama ini. Cara kamu memimpin, mendengar, dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin menjadi teladan bagi banyak orang, termasuk saya sendiri. Semoga langkahmu selalu diberkahi, dan teruslah menginspirasi dengan kerja-kerja nyata di tengah masyarakat. Kita mungkin berbeda peran, tapi tujuan kita sama—membawa kebaikan bagi banyak orang. Terus semangat, kawan.”
Pertemuan singkat di warung sederhana itu menjadi gambaran kuat tentang bagaimana persahabatan tetap hidup meski di tengah duka. Di antara kesibukan dan perbedaan tugas, Eka dan Beny menunjukkan bahwa hubungan yang terjalin dengan ketulusan akan selalu menemukan jalan untuk kembali bertemu.
Lebih dari sekadar silaturahmi, momen tersebut menjadi pengingat bahwa persahabatan sejati adalah ruang yang memberi kekuatan, terutama ketika seseorang sedang berada di titik paling rapuh dalam hidupnya. Semoga almarhumah ibunda Beni husnul khatimah dan keluarga diberi ketabahan.*(ald)


Tulis Komentar