Debu Tebal Ganggu Warga Sungai Jering, Perbaikan Jalan Tak Kunjung Tuntas Jelang Pacu Jalur

Foto: Istimewa (doc. Kilasriau.com)

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) - Warga dan pengguna jalan di sekitar simpang empat lampu merah Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, mengeluhkan kondisi ruas Jalan Proklamasi yang dipenuhi debu tebal. Debu tersebut berasal dari jalan yang baru diperbaiki namun tak terselesaikan hingga kini, mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha. Ahad (27/07/2025).

Keluhan ini muncul di tengah instruksi tegas Bupati Kuantan Singingi, Dr. H Suhardiman Amby, yang meminta agar seluruh titik-titik jalan rusak telah diperbaiki paling lambat enam hari sebelum pelaksanaan Pacu Jalur tingkat nasional di Tepian Narosa Teluk Kuantan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan masih adanya pekerjaan jalan yang belum rampung secara maksimal.

Berdasarkan pantauan pada Ahad (27/07/2025) pukul 18.03 WIB, jalan tampak berdebu parah. Kendaraan yang melintas menimbulkan kabut debu, menurunkan jarak pandang dan mencemari udara sekitar.

"Kami sangat terganggu. Debunya tebal sekali, tiap kendaraan lewat langsung mengganggu. Sudah lama seperti ini, tapi belum ada penyiraman, kalau tidak warga yang melakukan," kata pedagang makanan di sekitar simpang empat.

Kondisi ini juga dikeluhkan warga yang tinggal di sepanjang jalan tersebut. Banyak yang merasa kesehatan mereka mulai terganggu akibat debu yang terus meningkat setiap hari.

“Bupati sudah bilang harus menyelesaikan enam hari sebelum pacu jalur, tapi ini belum juga selesai. Ini jalan utama kota, kok bisa diabaikan?” ujar Yasran (45), warga yang usahanya berada di Kelurahan Sungai Jering.

Ruas Jalan Proklamasi dikenal sebagai jalur sibuk dan strategis yang menghubungkan pusat kota dengan berbagai titik penting.

Selain itu, kawasan ini juga menjadi lintasan utama bagi pengunjung maupun peserta Pacu Jalur, terutama menjelang pembukaan acara nasional tersebut.

Warga mendesak Dinas PUPR Kuansing untuk segera bertindak cepat, baik dengan menyiram jalan secara rutin maupun menuntaskan pekerjaan yang menimbulkan keresahan tersebut.

Mereka menilai ketidaksigapan ini bertolak belakang dengan semangat pemerintah daerah yang gencar mempromosikan kebersihan dan kenyamanan kota jelang Pacu Jalur. *(ald)






Tulis Komentar