Indra, Polisi Kuansing yang Curi Perhatian di RBR Pekanbaru: Lari Bawa Dayung Pacu Jalur
PEKANBARU (KilasRiau.com) - Di tengah ribuan peserta yang mengikuti ajang Riau Bhayangkara Run (RBR) di Kota Pekanbaru pada Ahad (13/07/2025) lalu, sosok Indra tampil mencolok. Ia bukan hanya berlari dengan penuh semangat, tapi juga membawa sebuah dayung tradisional — yang biasa digunakan dalam lomba pacu jalur di Kuantan Singingi (Kuansing) — sepanjang rute lomba.
Indra, anggota kepolisian aktif yang bertugas di Kabupaten Kuantan Singingi, tampil mengenakan jersey oranye hitam bertuliskan Galvin Squad — komunitas pelari asal Kuansing yang dikenal aktif mempromosikan olahraga dan budaya lokal. Namun yang paling mencuri perhatian adalah dayung bercorak burung merak di tangan kanannya, yang dengan bangga ia kibarkan di tengah kerumunan pelari lainnya.
“Saya sengaja membawa dayung ini bukan untuk gaya-gayaan. Ini simbol dari kampung halaman saya. Pacu jalur adalah jati diri masyarakat Kuansing. Saya ingin orang-orang tahu bahwa kami punya tradisi besar yang patut dibanggakan,” ujar Indra dengan senyum semangat usai lomba.
Pacu jalur sendiri adalah lomba mendayung perahu tradisional yang digelar setiap tahun di Sungai Kuantan. Tradisi ini tak hanya menjadi ajang olahraga, tapi juga bagian penting dari warisan budaya Riau, khususnya masyarakat Kuansing.
Indra juga menuturkan bahwa dengan membawa dayung, ia merasa seperti membawa semangat kampung halaman.
“Setiap langkah saya hari ini, saya bayangkan seperti irama kayuh di jalur. Ada semangat kebersamaan, sportivitas, dan rasa cinta terhadap tanah kelahiran,” ucapnya.
Aksinya ini sontak menarik perhatian para peserta dan penonton. Banyak yang mendekatinya untuk berfoto dan bertanya soal arti dayung yang dibawanya.
Tak hanya menjadi pelari yang berbeda, Indra juga membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi media promosi budaya yang efektif. Lewat aksinya, semangat pacu jalur seolah ikut ‘berlari’ di jantung kota Pekanbaru.*(ald)


Tulis Komentar