Pemprov Riau Siapkan Kejutan untuk Anak Joki hingga Tukang Onjai di Pacu Jalur KEN 2025
TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di bawah kepemimpinan Gubernur H. Abdul Wahid terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah. Setelah memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp 20 juta kepada Rayyan Arkan Dhika, "Anak Joki" yang mendunia lewat "Aura Farming" Pacu Jalur, kini Pemprov Riau menyiapkan kejutan pada helat akbar Pacu Jalur Kharisma Event Nasional (KEN) 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
Rencana kejutan tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Riau, Yan Dharmadi, melalui Kepala Bagian Pelayanan Dasar (Yansar), Rudi Hartono, saat berbincang dengan awak media, Rabu (09/07/2025).
"Iya, itu sudah direncanakan. Namun teknisnya diserahkan kepada OPD yang membidangi atau Pemerintah Kabupaten Kuansing," ujar Rudi yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan IKKS Pekanbaru.
Keputusan ini merupakan bentuk apresiasi Pemprov terhadap peran penting para pelaku budaya dalam tradisi Pacu Jalur, seperti anak joki (penari), tukang onjai, dan timbo ruang. Mereka dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dalam mempertahankan keaslian dan daya tarik tradisi Pacu Jalur di mata dunia.
Tak hanya itu, Gubernur Abdul Wahid juga berkomitmen meningkatkan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan menuju lokasi pacu, guna mendukung kenyamanan wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Pacu jalur sebagai budaya asli Kabupaten Kuansing harus tetap dijaga keasliannya, mulai dari pakaian adat, ukiran jalur, hingga nama-nama jalur,” pesan Gubernur melalui perwakilannya.
Sementara itu, Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing, Azhar Ali, membenarkan kabar adanya hadiah dan reward dari Pemprov untuk para pelaku budaya pada even yang akan berlangsung 20–24 Agustus 2025 mendatang.
“Kita sangat berterimakasih atas perhatian Gubernur. Ini memotivasi para pelaku budaya seperti anak joki, tukang onjai, dan timbo ruang untuk terus menjaga keunikan pacu jalur,” ungkap Azhar, Kamis (10/07/2025).
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keutuhan komposisi jalur dari start hingga finish. “Penari, tukang onjai, dan timbo ruang tidak boleh terjun selama jalur berpacu, kecuali jika terjatuh secara tidak sengaja. Karena wisatawan datang ingin menyaksikan keunikan lengkap aksi tradisional yang disebut Aura Farming tersebut,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov Riau dan semangat masyarakat, Pacu Jalur KEN 2025 diharapkan menjadi ajang budaya yang tak hanya menghibur, namun juga mengangkat jati diri dan potensi pariwisata Kuansing ke kancah dunia.*(ald)


Tulis Komentar