Kapolda Riau Hadir di CFD, Framing Pacu Jalur Hadirkan Budaya Lokal ke Publik
KILASRIAU.com - Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, pada Minggu pagi, 6 Juli 2025, berubah menjadi panggung budaya yang memukau.
Ribuan warga yang biasa menikmati udara pagi dengan berolahraga atau bersantai, kali ini disuguhkan tontonan istimewa: pertunjukan Framing Pacu Jalur, warisan budaya Riau yang biasanya hanya bisa disaksikan di Sungai Kuantan.
Digelar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal, acara ini menghadirkan elemen khas Pacu Jalur dalam format yang kreatif dan adaptif dengan ruang kota.
- Bupati Herman Tutup Raja Machmud Cup II 2026, Raja Machmud FC Keluar sebagai Juara
- Diikuti 80 Tim, Turnamen ORADO Inhil Jadi Ajang Pembinaan Atlet Domino Menuju Nasional
- Apresiasi Antusiasme Masyarakat terhadap Olahraga Takraw
- JBS FC Juara Sungai Undan Cup 2026 Usai Menang Adu Penalti
- Antusiasme Tinggi, 60 Klub Ramaikan Turnamen Futsal Edy Indra Kesuma Cup I 2026 di Seberang Tembilahan
Jalur, perahu panjang khas tradisi ini dihadirkan secara simbolik, lengkap dengan ornamen, atribut, dan iringan musik tradisional yang menggema di sepanjang area CFD.
Atraksi ini tak hanya mencuri perhatian, tapi juga menghidupkan rasa bangga akan kekayaan budaya daerah.
Acara ini juga semakin semarak dengan kehadiran Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang turut menyampaikan apresiasinya.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menghadirkan budaya lokal ke ruang publik sebagai bagian dari edukasi dan perekat sosial.
“Framing Pacu Jalur di CFD ini bukan hanya pertunjukan seni, tapi juga bentuk edukasi dan pemersatu masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun dari tradisi ini sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Irjen Pol Herry Heryawan.
Lebih dari sekadar tontonan, framing Pacu Jalur menjadi momentum reflektif—bagaimana budaya lokal dapat terus hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.
Dengan membawa tradisi ke tengah kota, masyarakat diajak untuk tidak hanya melihat, tapi juga merasakan dan mencintai budayanya sendiri.
Semangat pelestarian yang dibalut dalam kemasan kreatif ini membuktikan bahwa warisan budaya bukan untuk disimpan di masa lalu, melainkan dihidupkan dan dirayakan bersama di masa kini.

Tulis Komentar