Dikabarkan Meninggal Dunia, Ketua IWO Riau Klarifikasi dan Maafkan Penyebar Hoaks
KILASRIAU.com — Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, membantah keras kabar hoaks yang menyebut dirinya telah meninggal dunia akibat kecelakaan. Kabar palsu itu pertama kali beredar melalui sebuah unggahan akun anonim di platform media sosial Facebook dan dengan cepat menyebar ke berbagai grup percakapan daring.
Informasi yang tidak berdasar tersebut menimbulkan kegemparan di tengah keluarga besar, kerabat, dan rekan sejawat Muridi. Ia mengaku menerima puluhan panggilan telepon dan lebih dari seratus pesan WhatsApp yang menanyakan kabar kesehatannya.
“Setelah salat Zhuhur, saya membuka ponsel dan terkejut melihat 128 pesan masuk dan deretan panggilan tak terjawab. Semuanya menanyakan apakah benar saya meninggal karena kecelakaan,” ujar Muridi saat dikonfirmasi, Selasa (1/07/2025).
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bupati Inhil Hadiri Fun Night Run Hari Bhayangkara ke-80, Sinergitas Polri dan Masyarakat
- Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
- Gladi Bersih 6.100 Penari Joget Mande Digelar, Inhil Siap Pecahkan Rekor MURI
- Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Muridi menegaskan bahwa kabar tersebut sepenuhnya tidak benar dan menyesatkan. Ia memastikan dirinya dalam keadaan sehat walafiat serta masih menjalankan aktivitas seperti biasa, termasuk tugas-tugasnya sebagai wartawan dan pegiat sosial di Riau.
“Alhamdulillah saya dalam kondisi baik. Kabar itu tidak benar sama sekali. Saya masih beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Meski sempat membuatnya syok dan merasa dirugikan secara moral, Muridi memilih untuk tidak menempuh jalur hukum. Ia menyatakan telah memaafkan penyebar kabar bohong tersebut.
“Banyak yang menyarankan agar saya melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Tapi saya percaya bahwa saling memaafkan itu indah. Saya memilih untuk memaafkan,” ucapnya.
Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak sembarangan membagikan informasi yang belum terverifikasi. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang karena berpotensi menimbulkan keresahan publik.
“Saya berharap ini jadi pelajaran bersama. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya langsung disebarluaskan. Dampaknya bisa sangat merugikan dan menyakiti banyak pihak,” tambahnya.
Sebagai penutup, Muridi mendoakan agar masyarakat selalu diberi umur panjang, kesehatan, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Pengingat untuk Warganet: Verifikasi Sebelum Membagikan Informasi
Kejadian ini menjadi pelajaran penting di tengah maraknya penyebaran hoaks di era digital. Warganet diimbau untuk selalu melakukan verifikasi atas informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan kabar duka atau kejadian darurat. Ketidakhati-hatian dalam membagikan berita bisa berakibat fatal, baik secara psikologis maupun sosial.

Tulis Komentar