Puncak Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 di Lapas Tembilahan: Komitmen Tingkatkan Pembinaan dan Ketahanan Pangan
KILASRIAU.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan melaksanakan puncak peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61 dengan khidmat, Senin, (28/4/25).
Acara ini dilaksanakan secara virtual serentak di seluruh Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Dr. Sahardjo ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indragiri Hilir, Bupati Indragiri Hilir yang diwakili Asisten III Setdakab Fajar Husen, serta seluruh jajaran pegawai Lapas Tembilahan.
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
- Polda Riau Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Dengan mengusung tema "Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat," Lapas Tembilahan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui pembinaan warga binaan yang berkelanjutan.
Kepala Lapas Tembilahan, Prayitno, menyampaikan pentingnya sinergi antara Lapas dengan seluruh elemen masyarakat serta prokopimda dalam upaya pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
"Pada dasarnya tugas kami adalah melakukan pembinaan agar warga binaan menjadi lebih baik. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, mulai dari instansi kesehatan, akademisi, hingga tokoh keagamaan," ujar Prayitno.
Sejak Maret hingga April 2025, Lapas Tembilahan telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan memperingati HBP ke-61, antara lain bakti sosial ke Panti Asuhan Puri Kasih, donor darah bersama PMI Kabupaten Indragiri Hilir, Pekan Olahraga Warga Binaan, Pemasyarakatan Bersih-Bersih melalui razia hunian, serta pelaksanaan skrining HIV bagi warga binaan.
Pada puncak acara, Lapas Tembilahan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pegawai berprestasi dan mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan di lingkungan pemasyarakatan.
Sebagai bagian dari inovasi pembinaan, Lapas Tembilahan memperkenalkan program ketahanan pangan seperti budidaya tanaman kangkung cabut, ternak ikan lele, produksi tempe, serta pengelolaan bengkel kerja. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan, sehingga mereka siap berkontribusi di tengah masyarakat setelah bebas.
Saat ini, Lapas Tembilahan menampung 1.055 warga binaan, jumlah yang melebihi kapasitas ideal. Namun demikian, Kalapas menegaskan bahwa pihaknya tetap berupaya maksimal dalam memberikan pembinaan, baik dari aspek keterampilan, keagamaan, maupun pembinaan mental.
"Kami optimistis bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan dari seluruh pihak, warga binaan dapat menjadi individu yang produktif dan berdaya saing," tutup Prayitno.
Melalui peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 ini, Lapas Tembilahan terus memperkuat komitmennya untuk membangun pemasyarakatan yang lebih humanis, profesional, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.**


Tulis Komentar