Mahasiswa Tuntut Ketua Yayasan Indra Education College Mundur dari Jabatannya
KILASRIAU.com – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Yayasan Indra Education College (YIEC) yang terletak di Jalan Subrantas, Tembilahan. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kinerja Ketua YIEC, Dr. Muannif Ridwan, MH, yang dinilai gagal memimpin yayasan dan mengelola Universitas Islam Indragiri dengan baik.
Dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa UNISI, Naufal Faskal Rifai, serta didukung oleh sejumlah organisasi kemahasiswaan lainnya, para mahasiswa menuntut Dr. Muannif Ridwan untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka menilai, sejak kepemimpinannya, UNISI mengalami berbagai kemunduran, baik dari segi tata kelola internal kampus maupun kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Kami melihat adanya intervensi yang berlebihan dari yayasan dalam urusan internal kampus yang seharusnya menjadi ranah rektorat. Hal ini berdampak pada tidak stabilnya iklim akademik di UNISI,” tegas Naufal Faskal Rifai dalam orasinya.
- Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil
- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
- Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi
- Kemnaker Gandeng Tiga Kampus di Bandung untuk Pengembangan SDM, Riset, dan Pengabdian Masyarakat
- Katerina Susanti Perkuat Gerakan Anti-Bullying, Dorong Sekolah Tempuling Jadi Ruang Aman bagi Anak
Massa aksi disambut langsung oleh Ketua Yayasan Indra Education College, Rektor UNISI serta sejumlah pimpinan kampus lainnya. Meski berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan, aksi berjalan tertib dan damai.
Mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan ini bukan sekadar bentuk protes, melainkan panggilan moral untuk menyelamatkan UNISI dari krisis tata kelola dan arah kebijakan yang dianggap tidak lagi berpihak pada kepentingan akademik dan mahasiswa.
Aksi ini menandai puncak kekecewaan mahasiswa terhadap kepemimpinan yayasan, yang selama ini dinilai tidak transparan dan tidak akuntabel dalam mengambil keputusan strategis kampus.

Tulis Komentar