Bunda Literasi Inhil Bahas Pengembangan Perpustakaan Apung sebagai Inovasi Layanan Literasi
Kilasriau.com – Komitmen memperluas layanan literasi hingga ke wilayah pesisir terus diwujudkan melalui rencana pembangunan Perpustakaan Apung. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat yang dipimpin Bunda Literasi Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, di Ruang Rapat Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Inhil, Senin (27/7/2026).
Rapat diikuti Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah beserta jajaran, Pokja IV TP-PKK Inhil, Ketua TP-PKK Kecamatan Concong, pihak kontraktor, serta Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Inhil. Sejumlah hal dibahas, mulai dari kesiapan pelaksanaan hingga progres pembangunan Perpustakaan Apung yang dirancang berukuran 2,5 meter x 12 meter dan ditargetkan selesai pada 12 Agustus 2026.
Dalam arahannya, Hj. Katerina Susanti Herman menegaskan bahwa pembangunan Perpustakaan Apung merupakan upaya menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kondisi geografis Inhil yang didominasi sungai dan kawasan pesisir menjadi dasar lahirnya gagasan tersebut, sehingga masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap memiliki kesempatan memperoleh bahan bacaan.
- AMERTARU: Mahasiswa KKN Universitas Riau Bersama Masyarakat Laksanakan Pembagian dan Penanaman 80 Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Air Putih
- Mahasiswa KKN Universitas Riau Dorong Digitalisasi UMKM melalui Pengenalan dan Pendampingan Penggunaan QRIS di Desa Dosan
- UMKM Naik Kelas, Tim ABDIMAS FEBM UMRAH Ciptakan Alumni Berdampak
- Kolaborasi DPN PERADI, FH Unri, dan IKADIN Pekanbaru Buka Babak Baru Pendidikan Profesi Advokat di Riau
- Bupati Herman Tinjau Revitalisasi SDN 005 Pulau Burung, Pastikan Pembangunan Pendidikan Tepat Waktu dan Berkualitas
"Saya memang menggagas perpustakaan apung ini karena Inhil memiliki banyak wilayah perairan. Dahulu saya sering menulis tentang kota terapung, sehingga muncul pemikiran mengapa potensi ini tidak dimanfaatkan untuk mendekatkan budaya literasi kepada masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap keberadaan Perpustakaan Apung mampu menjadi solusi dalam pemerataan layanan literasi bagi masyarakat yang berada di kawasan perairan.
"Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemerataan layanan literasi, sehingga masyarakat di wilayah perairan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas," tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Inhil H. Herman memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Untuk mendukung pengembangannya secara berkelanjutan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diminta menyiapkan data potensi wilayah sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan Perpustakaan Apung di masa mendatang.
Melalui program ini, Bunda Literasi berharap layanan literasi dapat menjangkau seluruh kecamatan di Inhil sehingga pemerataan akses membaca dapat dirasakan oleh masyarakat, termasuk yang berada di kawasan pesisir dan perairan.

Tulis Komentar