Dana MTQ dan Pacu Perahu 2024 Tak Jelas, Warga Kecewa pada PJ Kades Sudirman
Kilasriau.com – Masyarakat Desa Pagar Puding Lamo mempertanyakan transparansi penggunaan dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan pacu perahu tahun 2024 yang dianggarkan sebesar Rp60 juta. Mereka kecewa dengan Penjabat (PJ) Kades Sudirman yang dianggap tidak jelas dalam pengelolaan dana tersebut.
Warga mengungkapkan bahwa hingga saat ini mereka belum menerima dana MTQ sebesar Rp20 juta, begitu juga dengan panitia pacu perahu yang seharusnya mendapatkan anggaran yang sama.
"Kami tidak tahu ke mana perginya dana yang dianggarkan oleh PJ Kades Sudirman. Sampai sekarang tidak ada realisasinya," ungkap salah satu warga kepada media ini, Jumat (21/3/2025).
- Kades Belantaraya Buka Suara: Isu Mundur dan Lahan Disebut Penggiringan Opini
- Diduga Sebar Hoaks dan Provokasi, Akun Facebook Dilaporkan Kuasa Hukum Desa Belantaraya
- Beredar Video Cekcok Kades–Warga di Desa Sekara Kemuning, Nama Presiden Ikut Terseret
- Pro-Kontra Warnai Demo di Belantara Raya, Dukungan Tak Solid — Mekanisme Pemberhentian Kades Disorot
- Aktivis Desa Sering Desak Camat Pelalawan Transparan Soal Pengelolaan Koperasi
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan janji Sudirman yang sebelumnya berkomitmen untuk memperbaiki program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) serta pelabuhan desa. Namun, hingga kini janji tersebut belum ditepati.
"Kami benar-benar kecewa. Dana desa kami dikemanakan? Pamsimas dan pelabuhan sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi menjelang Lebaran. Tapi sampai sekarang tidak ada satupun yang terealisasi," keluh warga lainnya.
Atas ketidakpuasan tersebut, warga Pagar Puding Lamo meminta Bupati Tebo, Agus Rubianto, untuk tidak memperpanjang masa jabatan PJ Kades Sudirman. Mereka juga menolak usulan rekomendasi perpanjangan yang diajukan oleh Camat Siti Patimah.
"Kami berharap Bupati Tebo tidak memperpanjang jabatan Sudirman sebagai PJ Kades. Jika tetap diperpanjang, kami khawatir akan ada dampak yang lebih besar bagi desa kami," tegas seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Para pemuda desa juga ikut bersuara, menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima dana MTQ maupun pacu perahu yang dianggarkan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap dugaan ketidakterbukaan anggaran desa ini.

Tulis Komentar