Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Secara Virtual
KILASRIAU.com – Wakil Bupati Indragiri Hilir,Yuliantini menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual yang bertempat di Ruangan E-Bilik Diskominfopers, Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir, dan diikuti oleh para Gubernur, Bupati, serta Wali Kota dari seluruh Indonesia.
Dalam rapat tersebut, berbagai strategi dan langkah konkret dibahas untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di daerah masing-masing. Sekretaris Jenderal Kemendagri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi global serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Plh. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, M. Habibullah, dalam paparannya meninjau inflasi dan indeks perkembangan harga pada minggu ke-3 Februari 2025 menjelang Ramadhan.
- Tiga Strategi Dongkrak PAD, Bapenda Inhil dan KP2KP Tembilahan Genjot Kepatuhan Pajak Lewat Sosialisasi Terpadu
- Kasus Nenek Saudah, Komisi XIII Dorong Pengusutan Tuntas
- Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Daerah
- Kesbangpol Inhil Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden
- Polres Inhil Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026
Ia mengungkapkan bahwa tingkat inflasi month-to-month pada awal Ramadhan, 3 Mei 2025, sebesar 0,76% dengan tingkat inflasi tahunan mencapai 0,95%. Penyumbang utama inflasi month-to-month adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Wakil Bupati Indragiri Hilir menyampaikan bahwa Pemkab Indragiri Hilir berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat serta kestabilan perekonomian daerah.
“Kami akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk OPD terkait, pelaku usaha, dan masyarakat, agar langkah-langkah strategis yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan baik,” ujarnya.
Yuliantini juga menambahkan bahwa Indragiri Hilir memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perikanan yang dapat menjadi penopang ketahanan pangan dan membantu menekan laju inflasi.
“Dengan memanfaatkan sumber daya yang kita miliki secara maksimal, saya yakin kita dapat menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain itu, rapat juga membahas berbagai faktor yang mempengaruhi inflasi, seperti distribusi barang, ketersediaan stok pangan, serta peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam memonitor perkembangan harga di pasar.

Tulis Komentar