Kapolres Indragiri Hilir Tinjau Perkembangan Lahan Ketahanan Pangan di Kecamatan Batang Tuaka
KILASRIAU.com - Pastikan Lahan yang akan ditanami jagung, Kapolres Indragiri Hilir tinjau langsung perkembangan lahan milik Kelompok Tani (poktan) Binaan Polsek Batang Tuaka di Desa Kuala Sebatu, Batang Tuaka, Indragiri Hilir. Jum’at (14/02/25).
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora bersama Wakapolres Kompol Rizki Hidayat, kasat Intel Iptu Sudarto Sihombing didampingi Kapolsek Batang Tuaka Iptu Musriwan melakukan peninjauan pada beberapa lahan.
“Hari ini kita melakukan peninjauan langsung kesiapan pada lahan-lahan milik Poktan binaan Polsek Batang Tuaka yang akan ditanami jagung nantinya di Wilayah Kecamatan Batang Tuaka,” ujar Kapolres.
- Tiga Strategi Dongkrak PAD, Bapenda Inhil dan KP2KP Tembilahan Genjot Kepatuhan Pajak Lewat Sosialisasi Terpadu
- Kasus Nenek Saudah, Komisi XIII Dorong Pengusutan Tuntas
- Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Daerah
- Kesbangpol Inhil Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden
- Polres Inhil Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026
Polres Indragiri Hilir akan melaksanakan penanaman Jagung kembali yang direncanakan dilaksanakan pada hari Sabtu, (15/02/2025).
“Besok kita akan melakukan penanaman jagung lagi pada lahan Monokultur milik Poktan Cinta Mekkah yang bertempat di Parit 14 Harapan Baru, Dusun Tasik Pilang, Desa Kuala Sebatu, Batang Tuaka dengan lahan seluas 5 Hektar,” ungkap AKBP Farouk.
“Sedangkan pada lahan milik Poktan Selamat dengan luas 24 Hektar dan lahan milik Poktan Angin Mamiri seluas 21 Hektar saat ini masih dalam tahap persiapan yang direncakan akan ditanami jagung juga nantinya,” pungkasnya.
Pada kesempatan Kapolres Indragiri Hilir juga menyampaikan kepada Polsek Batang Tuaka untuk membina para Poktan serta mendampingi secara berkala untuk kontrol pada lahan yang telah ditanami Jagung maupun lahan yang akan ditanami jagung.
Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung dan membangun lumbung pangan di desa-desa, daerah pelosok di seluruh Nusantara sesuai dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia sehingga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap impor bahan pangan.

Tulis Komentar