Ashar Wibowo Himbau KPU INHIL untuk Ubah Aturan Debat Publik
KILASRIAU.com – Menjelang debat publik pasangan calon Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang akan digelar pada 16 November 2024, Ashar Wibowo, masyarakat setempat sekaligus Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Islam Indragiri dan Ketua Bidang PTKP di IKAMI SUL-SEL Inhil, menyampaikan himbauannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir.
Ashar meminta KPU untuk mempertimbangkan perubahan aturan debat publik yang mengizinkan masyarakat mengirimkan pertanyaan sebelum debat dimulai.
Menurut Ashar, aturan yang memungkinkan pengiriman pertanyaan sebelum acara berlangsung justru bisa menurunkan esensi debat itu sendiri.
- Jelang Agenda Strategis Daerah, Satintelkam dan Cipayung Plus Perkuat Komunikasi dan Deteksi Dini
- SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS
- Isi Paket MBG Saat Ramadan di Inhil Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas dan Transparansi Anggaran
- Dr. Tika: Sulit Maju dan Ada Apa?
- Kapolres Inhil Pimpin Upacara Kedinasan Pemakaman AKP Cardi Edi Haryanto Berlangsung Khidmat di Pekanbaru
“Jika pertanyaan dari masyarakat disampaikan kepada panitia penyelenggara sebelumnya, ada potensi pertanyaan tersebut akan diteruskan kepada calon bupati, yang memungkinkan mereka mempersiapkan jawaban secara matang. Hal ini membuat debat publik terasa lebih seperti 'debat titipan’,” ujar Ashar, Sabtu (9/11/24)
Pamflet yang disebarkan oleh KPU INHIL menyatakan tema debat kali ini adalah “Peningkatan Sumber Daya Menuju Transformasi Ekonomi Berkelanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat.” Aturan untuk bertanya mensyaratkan pertanyaan agar relevan dengan tema, berbentuk narasi, dan disampaikan paling lambat 13 November 2024.
Ashar menambahkan, seharusnya kesempatan bertanya dapat diberikan langsung kepada masyarakat saat acara berlangsung, bukan dalam bentuk pengiriman sebelumnya.
“Masyarakat punya hak untuk memahami langsung visi dan misi para calon tanpa persiapan jawaban yang terlalu disusun. Selain itu, saya berharap agar intelektual Inhil serta perwakilan organisasi mahasiswa dapat hadir dan langsung menguji visi dan misi para calon bupati,” tambahnya.
Ia berharap KPU INHIL meninjau ulang mekanisme debat ini demi menghadirkan debat yang lebih otentik dan terbuka, memberikan kesempatan langsung bagi masyarakat yang hadir untuk menyampaikan pertanyaan mereka.**


Tulis Komentar