Wou.. Jebret! Jebret! Penampakan Uang Segunung Rp 4,4 M yang Dibalikin Koruptor
KILASRIAU.com - Koruptor shelter Tsunami, Takwin Ali Muchtar menyerahkan uang kerugian negara Rp 4,687 miliar. Uang ini diserahkan Ali ke Kejari Serang secara tunai/cash!
Kajari Serang Azhari mengatakan, terpidana Takwin merupakan direktur PT Tidar Sejahtera selaku pelaksana proyek shelter Labuan senilai 18,232 miliar tahun 2014 di Kementerian PUPR. Perkara ini telah diputus oleh PN Serang dan telah memperoleh kekuatan hukum tepat pada 28 Juni 2018.
Ia divonis hakim pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Selain itu, ia juga divonis pidana tambahan denda 4,716 miliar.
- Lewat Minggu Kasih di Gereja HKBP Sukajadi, Wakapolda Riau Ajak Jemaat Tak Takut Polisi
- Hari Libur Tak Jadi Penghalang, Warga Tembilahan Barat Serbu Layanan Adminduk
- Gandeng Polsek Keritang, Kodim 0314/Inhil Bekali Warga Kuala Lemang Pemahaman Hukum Lewat TMMD
- Kemnaker akan Selaraskan Pelatihan Vokasi dengan Kebutuhan Tenaga Kerja Hilirisasi
- Ketua BKMT Inhil Pimpin Yasinan Rutin, Perkuat Silaturahmi dan Keimanan
Di vonis, uang Rp 28 juta dari deposit PT Tidar juga dirampas untuk negara untuk diperhitungkan menutup uang pengganti.
Selama proses persidangan, Takwin katanya telah menyerahkan beberapa sertifikat bidang tanah beserta appraisal kepada Kejaksaan Negeri Serang untuk menutupi uang pengganti.
Dan pada Jumat (18/1) telah membayar uang pengganti untuk diserahkan ke kas negara.
Kasus shelter tsunami Labuan menjerat 3 orang terpidana. Selain Takwin, terpidana lain yaitu Ahmad Gunawan dari pejabat Kementerian PUPR dan Wiarso Joko dari Projek Manager PT Tidar Sejahtera. Keduanya divonis 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Tulis Komentar