Seorang Pria di Inhil Tewas Menenggak Racun Rumput dan Gantung Diri
KILASRIAU.com - Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pria paruh baya di Jalan Merdeka Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), ditemukan tewas bunuh diri.
Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan melalui Kapolsek GAS Iptu Hendra Bakti mengatakan korban berinisial W (40), ditemukan pada Kamis (11/1/2024) pukul 16:45 WIB.
- PW-IWO Riau Desak Polres Inhil dan Polda Riau Usut Tuntas Penyebab Kebakaran Hutan Bukit Condong
- BPBD Inhil Laksanakan Kaji Cepat dan Evakuasi Korban Bencana Abrasi di Desa Sungai Nyiur Kecamatan Tanah Merah
- Seorang Remaja Diperkosa 27 Pria di Sampang, Komisi XIII: Kejar Seluruh Pelaku, Pastikan Korban Pulih dan Peroleh Keadilan
- BPBD Inhil Evakuasi Rumah Warga Terdampak Angin Kencang, Satu Keluarga Mengungsi
- Kapolda Riau Jenguk Korban Pengeroyokan, Tegaskan Kasus Diusut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
"Mulanya saksi yang merupakan keponakan korban pulang dari bekerja di pasar. Ia mendapati pintu depan rumah dalam keadaan terkunci dan langsung lewat dari pintu belakang saat itulah saksi menemukan korban dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan kain sarung," kata Kapolsek.
Keponakannya itu melapor ke Ketua RT setempat. Mendapat laporan warganya ditemukan gantung diri, Ketua RT memberitahukan ke Pihak Kepolisian.
"Kami melakukan olah TKP dan visum. Hasilnya leher korban mengalami luka bekas gantung diri, di tubuh korban tidak terdapat tanda tanda kekerasan. Mulut dan hidung korban mengeluarkan cairan warna hijau, korban juga mengeluarkan kotoran. Di lokasi juga kami temukan gelas warna hijau sisa racun rumput yang telah diminum korban," jelasnya.
Pihak kepolisian mengulik informasi motif korban gantung diri dari pihak keluarga.
"Jadi korban ini hidup sebatang kara setelah 14 tahun yang lalu istrinya meninggal dunia, anaknya dibawa oleh pihak keluarga istri. Sementara keponakan korban bekerja di pasar hampir seharian penuh, korban diduga merasa frustasi. Korban juga jarang bergaul dengan tetangga," terangnya.

Tulis Komentar