BPBD Inhil Laksanakan Kaji Cepat dan Evakuasi Korban Bencana Abrasi di Desa Sungai Nyiur Kecamatan Tanah Merah

Kilasriau.com, Tanah Merah – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melaksanakan peninjauan, kaji cepat, serta evakuasi korban bencana abrasi yang terjadi di Dusun II Sungai Udang, Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (14/7/2026).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, membenarkan terjadinya bencana tersebut. Begitu menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi untuk melakukan asesmen awal, mendata dampak bencana, serta memastikan keselamatan warga terdampak.

"Begitu menerima informasi, kami langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan, serta evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak. Langkah ini dilakukan agar penanganan darurat dapat segera dilakukan sesuai kondisi di lapangan," ujar R. Arliansah.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk respons cepat BPBD Kabupaten Indragiri Hilir dalam menangani setiap kejadian bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti bersama instansi terkait.

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, bencana abrasi mengakibatkan 9 kepala keluarga (KK) atau 17 jiwa terdampak, dengan 6 unit rumah mengalami rusak berat akibat tergerus abrasi.

Selain merusak permukiman warga, abrasi juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum, di antaranya 1 unit Rumah Tahfidz, 1 titik sumur bor, pelabuhan umum, jembatan beton sepanjang kurang lebih 100 meter, serta 1 tiang listrik. Kerusakan tersebut turut mengganggu aktivitas dan akses masyarakat di wilayah terdampak.

Berdasarkan hasil asesmen awal, nilai kerugian akibat bencana abrasi diperkirakan mencapai sekitar Rp900 juta. Pendataan dan asesmen akan terus dilakukan untuk memperoleh data yang lebih akurat sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

R. Arliansah mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi cuaca ekstrem maupun peningkatan debit air yang berpotensi memperparah abrasi.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila terdapat indikasi abrasi atau kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan. Kewaspadaan dan pelaporan sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," pungkasnya.






Tulis Komentar