Tak Sanggup Melanjutkan Iuran BPJS Kesehatan, Ibu Rumah Tangga di Inhil Curhat ke Wartawan
KILASRIAU.com - Seorang warga di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaku sudah tidak mampu membayar iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikarenakan faktor ekonomi yang menurun.
Hal itu dialami oleh Yeni, dia mengaku mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan.
"BPJS Kesehatan saya kelas Mandiri, dalam KK saya ada 4 kepala, otomatis 4 Kepala ini harus saya tanggung, dan saat ini BPJS saya sudah menunggak 2 bulan tak tau kayak apa mau bayarnya," ujarnya.
- Bupati Inhil Terima UHC Awards 2026, Cakupan Jaminan Kesehatan Tembus 98 Persen
- Wabup Inhil Pimpin Rapat Rencana Kerja Percepatan Penurunan Stunting 2026
- Ketua Karang Taruna Tembilahan Hulu: Jika UHC Hilang Jadi Bukti Langkah Mundur ke Belakang
- Ultimatum DPRD dan Pemda Inhil Terkait UHC, Muhammad: Jangan Sampai Seperti di Nepal
- Ketua DPD APPSI Inhil Serukan Pentingnya UHC, Tolak Penghapusan Program dan Dorong Masuk APBD
Ia mengaku, saat ini hanya berkerja serabutan, yang penghasilannya tidak menentu. Penghasilan tersebut dikatakannya bahkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
"Saat ini tidak ada penghasilan tetap, penghasilan saya dapatkan dari kerja serabutan, bantu-bantu orang bikin kue dapat untuk makan dan pampers anak jadilah," ujarnya.
Bahkan Yeni menyebut jangankan untuk membayar iuran BPJS. dirinya bahkan kerap kali meminjam uang pada keluarga untuk menutupi kebutuhan hidup dia dan anak-anaknya.
"Penghasilan ini kan tidak menentu, kadang kalau mau beli susu dan pampers minjam dulu sama adik ipar atau sama kawan. Makanya mau ubah dari BPJS Mandiri ke BPJS Kis," pungkasnya.**

Tulis Komentar