Tak Sanggup Melanjutkan Iuran BPJS Kesehatan, Ibu Rumah Tangga di Inhil Curhat ke Wartawan
KILASRIAU.com - Seorang warga di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaku sudah tidak mampu membayar iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikarenakan faktor ekonomi yang menurun.
Hal itu dialami oleh Yeni, dia mengaku mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan.
"BPJS Kesehatan saya kelas Mandiri, dalam KK saya ada 4 kepala, otomatis 4 Kepala ini harus saya tanggung, dan saat ini BPJS saya sudah menunggak 2 bulan tak tau kayak apa mau bayarnya," ujarnya.
- Tekan Risiko Stunting, Yuliantini dan Katerina Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni di Sungai Luar
- Ketua TP. PKK Tinjau Sibesti, Amati Terapi Motorik Balita Stunting dan Demo Masak Menu Bergizi
- dr. Ronny Lesmana, "Screening Bukan Akhir, Tapi Awal Menyelamatkan Masa Depan Anak"
- Kemnaker Bekali Penyandang Disabilitas Keterampilan Membuat Jus Sehat
- Peduli Kesehatan Masyarakat Disaat Bencana Karhutla, Peserta Didik Sespimen Polri Gelar Pengobatan Gratis Bersama Pemkab
Ia mengaku, saat ini hanya berkerja serabutan, yang penghasilannya tidak menentu. Penghasilan tersebut dikatakannya bahkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
"Saat ini tidak ada penghasilan tetap, penghasilan saya dapatkan dari kerja serabutan, bantu-bantu orang bikin kue dapat untuk makan dan pampers anak jadilah," ujarnya.
Bahkan Yeni menyebut jangankan untuk membayar iuran BPJS. dirinya bahkan kerap kali meminjam uang pada keluarga untuk menutupi kebutuhan hidup dia dan anak-anaknya.
"Penghasilan ini kan tidak menentu, kadang kalau mau beli susu dan pampers minjam dulu sama adik ipar atau sama kawan. Makanya mau ubah dari BPJS Mandiri ke BPJS Kis," pungkasnya.**

Tulis Komentar