Untuk dapat Bantuan Pembangunan Jembatan di Daerah, PUTR Inhil; Masukan Proposal
KILASRIAU.com - Indragiri Hilir dikenal dengan banyak parit sehingga memerlukan akses jembatan untuk bisa menghidupkan masyarakat dalam jalur transportasi darat.
Dalam kebutuhan ini, pemerintah terdahulu secara perlahan membangun akses tersebut sehingga bisa dinikmati masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu bangunan tersebut sudah banyak termakan usia dan juga terkena bencana.
Dengan kondisi yang usang dan lapuk serta ada juga yang terlihat roboh membuat sebagian masyarakat sering berkeluh kesah untuk mencari solusinya.
- Kejar Target 1 Kilometer, Satgas dan Warga Maksimalkan Waktu Lembur di TMMD ke-130 Desa Kuala Lemang
- Cuaca Panas Tak Surutkan Langkah: Satgas TMMD dan Warga Bersatu Rampungkan Jalan Desa Kuala Lemang
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Genjot Semenisasi Jalan Hingga 810 Meter
- Membuka Isolasi Desa, Merajut Asa Warga: Progres Semenisasi Jalan TMMD Kodim Inhil Capai 726 Meter
- Siang dan Malam Terus Berjuang, Kodim 0314/Inhil Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang
Menelusuri permasalahan ini, media mencoba mengkonfirmasi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Inhil, Umar melalui Kabid Bina Marga PUTR Kabupaten Inhil, Erwanto menyebutkan untuk mendapatkan bantuan pembangunan jembatan rusak yang berada di daerah pemerintah setempat harus mengajukan proposal.
"Masukan proposal," ujarnya singkat.
Kemudian, dijelaskannya, bahwa yang mengajukan proposal tersebut adalah pemerintah setempat (Desa/Kelurahan) yang ditujukan ke beberapa instansi, seperti Dinas PUTR, Badan Pendapatan Daerah (Bapedda) dan juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil.
"Pemerintah Desa yang mengajukan proposal, masukan di PU, Bapedda, dan DPRD Kabupaten Inhil dengan melengkapi foto-foto jembatan yang rusak itu sebanyak mungkin yang dibutuhkan," imbuhnya.**

Tulis Komentar