Untuk dapat Bantuan Pembangunan Jembatan di Daerah, PUTR Inhil; Masukan Proposal
KILASRIAU.com - Indragiri Hilir dikenal dengan banyak parit sehingga memerlukan akses jembatan untuk bisa menghidupkan masyarakat dalam jalur transportasi darat.
Dalam kebutuhan ini, pemerintah terdahulu secara perlahan membangun akses tersebut sehingga bisa dinikmati masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu bangunan tersebut sudah banyak termakan usia dan juga terkena bencana.
Dengan kondisi yang usang dan lapuk serta ada juga yang terlihat roboh membuat sebagian masyarakat sering berkeluh kesah untuk mencari solusinya.
- Dandim 0314/Inhil Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di Batang Tuaka, Pastikan Progres Sesuai Target
- Polres Inhil Kebut Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, Warga Rasakan Harapan Baru
- 39 Jembatan Desa Rampung Dibangun, Kapolda Riau: Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Masyarakat
- Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
- Masyarakat Muak Janji, Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Tembus ke Pasar Senin Tungkal Dibuka dengan Swadaya Warga
Menelusuri permasalahan ini, media mencoba mengkonfirmasi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Inhil, Umar melalui Kabid Bina Marga PUTR Kabupaten Inhil, Erwanto menyebutkan untuk mendapatkan bantuan pembangunan jembatan rusak yang berada di daerah pemerintah setempat harus mengajukan proposal.
"Masukan proposal," ujarnya singkat.
Kemudian, dijelaskannya, bahwa yang mengajukan proposal tersebut adalah pemerintah setempat (Desa/Kelurahan) yang ditujukan ke beberapa instansi, seperti Dinas PUTR, Badan Pendapatan Daerah (Bapedda) dan juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil.
"Pemerintah Desa yang mengajukan proposal, masukan di PU, Bapedda, dan DPRD Kabupaten Inhil dengan melengkapi foto-foto jembatan yang rusak itu sebanyak mungkin yang dibutuhkan," imbuhnya.**

Tulis Komentar