Mahasiswa Kukerta Unri Bersuara, Mendukung Pemberdayaan Perempuan Melalui Sosialisasi
BUKIT HARAPAN, SIAK, Kilasriau.com - Mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Universitas Riau telah mengambil inisiatif untuk mendukung pemberdayaan perempuan dalam dunia politik dengan mengadakan acara sosialisasi di Balai Kampung Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Senin (14/08/2023).

Kegiatan sosialisasi yang ditaja Mahasiswa KKN Unri ini bertajuk "Tawarkan Suara Perempuan di Dunia Politik dalam Membangun Keberanian, Menguak Kebenaran, dan Menantang Penyebaran Hoax."
Saat ini, kesetaraan gender di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Meskipun telah ada upaya dalam mengatasi ketidaksetaraan antara pria dan perempuan, realitas di lapangan masih menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan.
Perempuan masih menghadapi keterbatasan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam akses pendidikan yang setara, kesempatan berkarier, partisipasi politik, serta perlindungan dari kekerasan berbasis gender. Keterbatasan ini mencerminkan perlunya upaya yang lebih kuat dan komprehensif dalam menciptakan lingkungan yang adil dan setara bagi semua individu, tanpa memandang jenis kelamin.
Selain itu, fenomena penyebaran berita hoax atau informasi palsu di media sosial terkait pemilu masih marak terjadi di Indonesia. Kemajuan teknologi dan kemudahan berbagi informasi melalui platform media sosial telah memberikan celah bagi penyebaran berita yang tidak akurat dan menyesatkan.

Berita-berita hoaks dapat mempengaruhi opini publik, memicu kepanikan, serta mempengaruhi keputusan pemilih dalam proses pemilu. Bahkan dampak negatif dari penyebaran berita hoax ini tidak hanya merugikan proses demokrasi, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan politik.
Kedua fenomena ini menunjukkan bahwa upaya untuk mencapai kesetaraan gender yang lebih baik dan memerangi penyebaran berita hoax yang merugikan tetap menjadi prioritas bagi Indonesia.
Dibutuhkan kolaborasi dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, serta partisipasi aktif dari masyarakat dalam membangun literasi media yang lebih baik dan mendukung perubahan positif dalam budaya kesetaraan dan kejujuran dalam informasi. Hanya dengan kerja sama yang kuat, Indonesia dapat mencapai kemajuan yang lebih besar dalam mengatasi tantangan ini dan menciptakan masa depan yang lebih adil dan terinformasi.
Dalam acara yang diadakan di Balai Kampung ini, mahasiswa dibantu dengan Penghulu Kampung Bukit Harapan dengan antusias mempersembahkan berbagai materi terkait pentingnya peran perempuan dalam dunia politik dan menantang penyebaran hoax. Mereka menyampaikan bahwa melibatkan lebih banyak suara perempuan dalam ranah politik adalah langkah penting untuk membangun keberanian, menguak kebenaran, dan melawan penyebaran berita palsu atau hoax.
Para peserta sosialisasi mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana kehadiran perempuan dalam dunia politik dapat membawa perspektif yang beragam dan solusi yang lebih komprehensif terhadap masalah-masalah sosial.
Penghulu Kampung, Lasmi, A.Md.,Kep menjelaskan bagaimana suara perempuan dapat membantu dalam mengatasi ketidaksetaraan gender, mendorong kebijakan inklusif, dan meredakan ketegangan politik.
Sosialisasi ini juga mengupas tentang dampak negatif penyebaran hoaks dan berita palsu dalam politik. Mahasiswa menjelaskan bagaimana hoaks dapat merusak reputasi calon-calon politik dan memicu konflik sosial yang merugikan. Dengan mendukung suara perempuan yang berkualitas dan terinformasi, diharapkan masyarakat akan lebih mampu mengidentifikasi dan menghadapi berita palsu.
Sementara Krani Kampung Bukit Harapan, Frandika Putra Dip Darma menyatakan, "Saya sangat bangga melihat semangat dan tekad para mahasiswa dalam mengadakan sosialisasi ini," begitu kata Frandika.
"Ini adalah langkah positif menuju inklusivitas dalam politik dan kesadaran akan pentingnya mengembangkan kapasitas perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan," demkian ujarnya.
.jpg)
Acara sosialisasi ini menjadi bukti nyata bagaimana mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dapat bersatu untuk menyuarakan perubahan positif dalam masyarakat. Dukungan mereka terhadap pemberdayaan perempuan di dunia politik diharapkan akan terus membara dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.(*)


Tulis Komentar