Melalui Budidaya Ikan Lele, Pemdes Air Mas Bangun Ketahanan Pangan
SINGINGI, KUANSING - Pemerintahan Desa Air Mas membangun ketahanan pangan yang merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di desa Air Mas melalui budidaya ikan lele menggunakan keramba di dalam kolam. Budidaya ikan lele ini dicetuskan oleh Adi Setyo, SH yang merupakan Kepala Desa Air Mas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Yang melatar belakangi beliau mencetuskan ide budidaya ini adalah karena Adi Setyo melihat di desanya kurang kegiatan yang seperti ini (berkolam), sehingga dirinya berinisiatif membentuk kelompok budidaya lele bersama rekan-rekan masyarakat desa Air Mas.
Selain itu, Adi Setyo ingin desanya tampil beda dengan desa-desa yang lain, terkhusus di kecamatan Singingi. Adi Setyo juga mengatakan, bahwa hasil dari budidaya ini nanti akan dibagikan ke masyarakat desa secara keseluruhan.

"Iya. Yang periode ini akan kita panen saat HUT Desa Air Mas nanti, dan kita akan bagikan hasil panennya ke masyarakat kita," begitu dikatakan Kepala Desa Air Mas kepada Kilasriau.com, Senin (04/09/2023) di Muara Lembu.
Diketehaui dari kepala desa Air Mas, Adi Setyo, bahwa jumlah kepala keluarga masyarakat desa Air Mas ini sebanyak 750 KK, dan akan mendapatkan sebagai buah hasil dari usaha desa dalam ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele seberat 1 Kg per 1 KK nya.
"Satu kilogram per kepala rumah tangga, jadi akan dikeluarkan 7,5 kwintal nantinya untuk masyarakat kita," ujar Adi.

Menurut Adi Setyo, tujuan dibentuknya kelompok budidaya ikan lele ini adalah untuk memberdayakan ketahanan pangan tingkat keluarga yang ada di Desa Air Mas.
Dikatakan Adi, sementara waktu ini budidaya yang dibuat hanya satu kolam ikan. Harapannya budidaya ini bisa dikembangkan lagi dengan menambah kolam dan bibit ikan lagi dengan berbagai jenis.
"Untuk saat ini, kerambanya masih dalam satu kolam. InsaaAllah nanti akan kita tambah lagi, dan tidak tertutup kemungkinan nanti juga kita akan tebar benih ikan lainnya seperti nila atau gurame," tutur Adi.

"Lokasi kita lumayan luas untuk memenuhi ketahanan pangan ini. Kurang lebih empat hektar," ungkapnya.
Dalam usaha kolam ini, lanjut Adi, kendala yang dihadapi dalam membudidayakan lele ini adalah masalah perairan. Perairan yang tidak lancar membuat sirkulasi air pada kolam menjadi terhambat dan tidak bisa bekerja dengan optimal sehingga menimbulkan aroma yang menyengat.
Untuk mengatasainya bapak, Adi Setyo berusaha untuk memperbaiki sarana pengairan kolam tersebut, agar hasil panen dan sirkulasi air pada kolam dimaksud menjadi lancar.

Adi Setiyo mengatakan, “setelah merintis sejak beberapa bulan yang lalu, Alhamdulillah hasilnya lumayan. Kita akan tebar lagi benih sebanyak 30 ribu bibit," ungkapnya.
"Meski jumlah dari hasil panen tersebut beberapa waktu lalu belum bisa dikatakan menguntungkan, namun sudah cukup lumayan untuk tahap pemula, dan sudah dijadikan sebagai pengalaman,” tutur Adi Setyo.
"Hal inipun dimaklumi oleh anggota budidaya sendiri karena ini masih dalam tahap belajar," imbuhnya.

Dibeberkan Adi Setyo, bahwa membangun dan mengusahakan ketahanan pangan melalui kolam budidaya ikan lele ini menggunakan Dana Desa.*(ald)


Tulis Komentar