Puluhan Nelayan Lokal Dari 3 Kecamatan di Natuna Tangkap Kapal Pukat/Lengkong
Kilasriau.com - Kapal Pukat Bouke Ami atau Lengkong Cumi, KM. Citra Utama GT 98 No 7803/BC dan KM. Bintang Tjandra GT 78 No 135/BP pada posisi 04°17'.854" L/180°.03'901" BT, ditangkap puluhan Nelayan Lokal yang tergabung dari tiga Kecamatan di Kabupaten Natuna, penangkapan terjadi pada Selasa, 23 Mei 2023 malam.
Dari penangkapan kapal tersebut pada akhirnya sejumlah nelayan dari perwakilan tiga Kecamatan di Kabupaten Natuna tersebut mengeluarkan sejumlah tuntutan.
Yang mana tuntutan ditandatangani, Djoko Suprianto (Perwakilan Nelayan Bunguran Barat), Ahadi (Perwakilan Nelayan Bunguran Utara) dan Endang Firdaus (Perwakilan Nelayan Bunguran Timur) pada Rabu, (24/5/2023) di Kelarik.
- Bea Cukai Langsa Bersama Tim Gabungan Gagalkan Upaya Ekspor Ilegal Ratusan Satwa Liar Dilindungi
- Operasi Gabungan BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur
- Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta
- Polsek Tempuling Ungkap Kasus Pencurian di Kebun Sawit, Pelaku Berhasil Diamankan
- Diduga Akibat Ulah Napi Koruptor, Rutan I Medan Diserang Hoaks

Adapun tuntut dibacakan Djoko Suprianto sebagai berikut :
1. Menuntut Kehadiran Gubernur Kepri, Dirjen Perizinan Tangkap KKP dan Dirjen PSDKP sebagai bentuk pertanggung jawaban.
2. Menuntut kedua kapal tersebut diproses hukum secara transparan sesuai perundang-undang yang berlaku di Republik Indonesia.
3. Menuntut supaya dilakukan perubahan regulasi terhadap kapal Bouke Ami dan Purse Seing agar beroperasi diatas 20 mil, sebagai bentuk perlindungan wilayah tangkapan nelayan tradisional Natuna.
4. Menuntut kompensasi untuk setiap kapal yang tertangkap tersebut sebesar Rp. 300.000.000.,(tiga ratus juta rupiah) terhadap penurunan hasil tangkapan nelayan pesisir Kecamatan Bunguran Utara dan Kecamatan Bunguran Barat.
5. Selama tuntutan kami diatas tersebut belum dipenuhi kedua kapal tersebut tetap dalam pengawas kami dan dalam jangka waktu 10 hari kedepan tuntutan kami tidak direspon, kami tidak bertanggung jawab atas keselamatan kapal tersebut," tegasnya.

Tulis Komentar