DPD SMSI Tebo Kecam Keras Penganiaan Terhadap Wartawan Minta APH Proses Sesuai Hukum Berlaku
Kilasriau.com - Kembali lagi terjadi kasus penganiayaan terhadap jurnalis yang kali ini terjadi di kabupaten Tebo terhadap jurnalis wartawan dari media BNI atas nama Aswan yang dilakukan oleh diduga Oknum Kepala Desa dan sejumlah perangkat pemerintahan Desa Teluk Langkap beberapa hari yang lalu, Sabtu(11/03/2023).
Diketahui saat ini Aswan, Wartawan korban penganiayaan tersebut telah melaporkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib Polda Jambi.
Menyikapi persoalan penganiayaan terhadap rekan wartawan tersebut DPD SMSI Tebo yang di ketuai oleh Liga Marisa melalui Sekretarisnya H. Romy Faisal mengungkapkan rasa simpati yang mendalam dan meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dapat memproses dan menindak pelaku penganiayaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
- Bea Cukai Langsa Bersama Tim Gabungan Gagalkan Upaya Ekspor Ilegal Ratusan Satwa Liar Dilindungi
- Operasi Gabungan BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu di Aceh Timur
- Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta
- Polsek Tempuling Ungkap Kasus Pencurian di Kebun Sawit, Pelaku Berhasil Diamankan
- Diduga Akibat Ulah Napi Koruptor, Rutan I Medan Diserang Hoaks
" Wartawan dalam melakukan kerja jurnalistik di lindungi oleh undang² Pers, menghalang halangi tugas jurnalis dapat di pidana apa lagi jika sampai melakukan intimidasi dan penganiayaan, Terkait dengan Aswan, wartawan yang di aniaya oleh oknum difuga kades dan perangkatnya tentunya hal ini harus di sikapi dengan serius dan tegas" Ujar Sekretaris DPD SMSI Tebo.
Apa lagi penganiayaan tersebut di lakukan dikantor desa yang bersangkutan, Tambahnya.
" Muasal pernasalahan inikan dampak dari pemberitaan Tongkang yang di biaya oleh dana desa senilai ratusan juta tapi terbengkalai alias mangkrak, di beritakan hal itu kemudian dia (aswan) di panggil untuk komfirmasi, namun ternyata sesampainya di sana tiba² terjadilah peristiwa itu, Nah situasi itu dapat di gambarkan ada kesan penganiayaan tersebut terencana, tapi soal itu kita serahkan pada pihak yang berwajib lah proses dan penyelesaiannya" Pungkas Faisal.

Tulis Komentar