DPD SMSI Tebo Kecam Keras Penganiaan Terhadap Wartawan Minta APH Proses Sesuai Hukum Berlaku
Kilasriau.com - Kembali lagi terjadi kasus penganiayaan terhadap jurnalis yang kali ini terjadi di kabupaten Tebo terhadap jurnalis wartawan dari media BNI atas nama Aswan yang dilakukan oleh diduga Oknum Kepala Desa dan sejumlah perangkat pemerintahan Desa Teluk Langkap beberapa hari yang lalu, Sabtu(11/03/2023).
Diketahui saat ini Aswan, Wartawan korban penganiayaan tersebut telah melaporkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib Polda Jambi.
Menyikapi persoalan penganiayaan terhadap rekan wartawan tersebut DPD SMSI Tebo yang di ketuai oleh Liga Marisa melalui Sekretarisnya H. Romy Faisal mengungkapkan rasa simpati yang mendalam dan meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dapat memproses dan menindak pelaku penganiayaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
- Sinergi Bea Cukai Aceh dan Aparat Penegak Hukum Ungkap Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Aceh Utara
- Tim Gabungan TNI Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi
- ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne di Tapsel Jadi Tersangka, Tidak Ditahan Karena Istri Perwira Polisi?
- Respon cepat Polsek Kateman atas pengaduan masyarakat lewat medsos facebook tentang dugaan Penyalahgunaan Narkotika di Ruko Salon WN Kel. Tagaraja Kec. Kateman
- Bea Cukai Aceh Gagaglkan Peredaran 356.480 Batang Roko IIegal Melalui Jasa Titipan
" Wartawan dalam melakukan kerja jurnalistik di lindungi oleh undang² Pers, menghalang halangi tugas jurnalis dapat di pidana apa lagi jika sampai melakukan intimidasi dan penganiayaan, Terkait dengan Aswan, wartawan yang di aniaya oleh oknum difuga kades dan perangkatnya tentunya hal ini harus di sikapi dengan serius dan tegas" Ujar Sekretaris DPD SMSI Tebo.
Apa lagi penganiayaan tersebut di lakukan dikantor desa yang bersangkutan, Tambahnya.
" Muasal pernasalahan inikan dampak dari pemberitaan Tongkang yang di biaya oleh dana desa senilai ratusan juta tapi terbengkalai alias mangkrak, di beritakan hal itu kemudian dia (aswan) di panggil untuk komfirmasi, namun ternyata sesampainya di sana tiba² terjadilah peristiwa itu, Nah situasi itu dapat di gambarkan ada kesan penganiayaan tersebut terencana, tapi soal itu kita serahkan pada pihak yang berwajib lah proses dan penyelesaiannya" Pungkas Faisal.

Tulis Komentar