Tradisi Masyarakat Dalam Menyambut Bulan Ramadhan
KILASRIAU.COM --- Jika berbicara soal tradisi maka tidak ada habisnya. Apalagi bulan ramadhan sudah tidal lama lagi.
Maka setiap negara, kota, daerah hingga desa mempunyai tradisinya masing-masig dalam menyabut kedatangan bulan ramadhan
Tradisi masyarakat Riau dalam menyambut bulan ramadhan ialah melakukan membaca Do'a yang mana ini diartikan memanjatkan rasa syukur karena dapat dipertemukan kembali pada bulan ramadhan
- Puncak Haul Syekh Abdurrahman Siddiq ke 89, Momen yang Dinanti Masyarakat
- Jelang Pelaksanaan Haul Syekh Abdurrahman Shiddiq bin Syekh M. Afif Al-Banjari ke-89, Pemkab Inhil Perkuat Koordinasi
- Wabup Yuliantini Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H di Yayasan Nurul Islam Gaung, Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M Digelar di Masjid Baitul Hikmah Desa Limau Manis
- Polsek Kemuning Hadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Desa Batu Ampar
Membaca do'a ini biasa nya dilakukan di setiap rumah-rumah dengan menyajikan berbagai macam makanan menjelang menunaikan ibdah puasa ramadhan.
Kemudian melakukan Sungkeman atau saling memaafkan yang dilakukan oleh anggota keluarga. Hal ini juga banyak dilakukan oleh daerah-daerah lain yang ada di Riau.
Selain itu juga masyarakat banyak yang berziarah untuk mendatangi makam keluarga yang telah meninggal dan ini juga rutin dilakukan oleh masyarakat menjelang ramadhan, dan masih banyak lagi
Tradisi-taradisi menyabut bulan ramadhan ini hampir dilakukan di setiap daerah namun memili penyebutan yang berbeda namun memiliki makna yang sama pula.**

Tulis Komentar