Mayjen Farid Makruf Sebut Metode Silase Mampu Dongkrak Perekonomian Warga Sumenep
Kilasriau.com, Sumenep - Tanam jagung dengan menerapkan metode silase, ternyata mampu membuahkan hasil yang cukup optimal.
Hal itu, terbukti dengan adanya panen jagung yang dilakukan oleh Pangdam di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur pada Kamis (02/02/2023) siang.
“Metode silase ini sudah membuktikan, hari ini saya panen dengan masa tanam yang sangat pendek. Biasanya bibit bisa dipanen itu 105 hari, sekarang hanya 80 hari. Itu suatu keunggulan,” kata Pangdam. Kamis (02/02/2023).
- BRI Branch Office Tembilahan Ajak Masyarakat Nabung Emas Melalui BRImo
- Panen Jagung Tinggal Sepekan, Polsek Sabak Auh Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal
- Sinergi Polri dan Petani Berbuah Hasil, Panen Raya Jagung Digelar di Sabak Auh
- Aneka Ragam Karya UMKM Inhil Hiasi Stan Bazar MTQ ke 44 Prov. Riau
- Polsek Sabak Auh Pantau Kesiapan Panen Jagung Program Asta Cita, Usia Tanaman Capai 97 Hari
Selain keunggulan masa panen yang cukup pendek, Mayjen Farid menambahkan jika tanam jagung dengan menggunakan metode silase itu dipercaya bisa menambah penghasilan warga Sumenep yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Hasil panen, itu nanti dibeli oleh pengusaha dengan harga khusus. Jadi, 1 hektar bisa dapat Rp 38 juta. Lebih cepat, lebih besar keuntungannya,” jelasnya.
Mantan Danrem 132/Tadulako itu, juga meyakini jika tanam jagung dengan menggunakan metode silase tersebut, mampu meningkatkan perekonomian warga.
“Ini harus disebarkan, dan disosialisasikan. Ayolah masyarakat Sumenep, kita ramai-ramai nanam jagung dengan metode silase. Ini akan menambah penghasilan, dan membuat pengerjaan pertanian jagung lebih mudah,” pinta Pangdam.**

Tulis Komentar