Mayjen Farid Makruf Sebut Metode Silase Mampu Dongkrak Perekonomian Warga Sumenep
Kilasriau.com, Sumenep - Tanam jagung dengan menerapkan metode silase, ternyata mampu membuahkan hasil yang cukup optimal.
Hal itu, terbukti dengan adanya panen jagung yang dilakukan oleh Pangdam di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur pada Kamis (02/02/2023) siang.
“Metode silase ini sudah membuktikan, hari ini saya panen dengan masa tanam yang sangat pendek. Biasanya bibit bisa dipanen itu 105 hari, sekarang hanya 80 hari. Itu suatu keunggulan,” kata Pangdam. Kamis (02/02/2023).
- Bupati Inhil Tutup Wedding Expo dan Bazar UMKM Ramadan Fair 2026, Dorong Promosi Kreatif dan Penguatan Usaha Lokal
- Buka Wedding Expo dan UMKM Inhil Ramadan Fair 2026, Bupati Inhil Dorong Ruang Promosi dan Penguatan Ekonomi Lokal
- PT Korindo Komplit Karbon Siap Tampung Pinang Petani Inhil Mulai 9 Maret 2026
- Pemkab Inhil Gelar Ramadan Fair UMKM 2026, Dimeriahkan Berbagai Lomba dan Doorprize Menarik
- Bupati dan Ketua IWAPI Inhil Resmikan Outlet Oleh-Oleh UMKM, Perkuat Akses Pasar serta Ekonomi Lokal
Selain keunggulan masa panen yang cukup pendek, Mayjen Farid menambahkan jika tanam jagung dengan menggunakan metode silase itu dipercaya bisa menambah penghasilan warga Sumenep yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Hasil panen, itu nanti dibeli oleh pengusaha dengan harga khusus. Jadi, 1 hektar bisa dapat Rp 38 juta. Lebih cepat, lebih besar keuntungannya,” jelasnya.
Mantan Danrem 132/Tadulako itu, juga meyakini jika tanam jagung dengan menggunakan metode silase tersebut, mampu meningkatkan perekonomian warga.
“Ini harus disebarkan, dan disosialisasikan. Ayolah masyarakat Sumenep, kita ramai-ramai nanam jagung dengan metode silase. Ini akan menambah penghasilan, dan membuat pengerjaan pertanian jagung lebih mudah,” pinta Pangdam.**


Tulis Komentar