Gerebek Sabung Ayam di Demak, Polisi Amankan Ratusan Motor
Kilasriau.com, - Tim gabungan menggerebek lokasi judi sabung ayam di Kecamatan Dempet, Demak, Jawa Tengah. Para pelaku judi dapat kabur, sementara seratusan sepeda motor yang diduga milik pelaku dan penonton diamankan polisi.
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono yang memimpin penggerebekan mengatakan arena judi sabung ayam itu di areal tanah irigasi dan persawahan Desa Botosengon, Dempet.
"Saat penggerebekan yang dilakukan pukul 16.30 WIB, ratusan orang meninggalkan motor yang ada di lokasi judi. Diduga ratusan motor tersebut milik pelaku atau penonton yang menyaksikan sabung ayam," kata Budi dalam keterangannya, Minggu (11/12/2022).
Ia menjelaskan ada 104 unit sepeda motor yang ditinggal kabur pemiliknya. Barang bukti seperti 13 ekor ayam aduan, kandang, dan peralatan adu ayam lainnya juga diamankan.
- Polsek Kemuning Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Satu Tersangka Diamankan
- Polres Inhil Ungkap 64 Kasus Narkotika dalam 4 Bulan, 79 Tersangka Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Ungkap Kasus Peredaran Sabu 5,19 Gram dalam Ops Antik 2026
- Polda Riau Konsisten Tindak PETI, Enam Rakit Tambang Ilegal Diamankan di Kampar Kiri
- Polsek Pelangiran Ungkap Kasus Sabu, Dua Buruh Kontraktor Diamankan
"Petugas juga mengamankan dua areal kalangan, jam ronde, ember, kiso tempat ayam dan papan rekap catatan. Barang-barang tersebut diamankan ke Satreskrim untuk barang bukti dan pengembangan. Termasuk ratusan kendaraan roda dua yang ditinggalkan pelaku judi," ungkapnya.
Berdasarkan informasi dari warga setempat, lokasi sabung ayam itu baru selesai dibangun sepekan lalu.
"Terkait permainan judi sabung ayam baru dilaksanakan pada Sabtu (10/12) kemarin, dengan pengunjung dari warga lokal maupun warga luar Kabupaten Demak. Mereka memasang taruhan dimulai dari Rp 1 juta hingga puluhan juta rupiah," tuturnya.
Ia menambahkan penggerebekan dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari warga yang resah dengan adanya aktivitas judi sabung ayam.
"Saat kami datang ke lokasi orangnya lari tunggang-langgang. Mereka tampaknya sengaja memilih lokasi di tanah irigasi dan persawahan yang jauh dari permukiman. Sehingga mereka dapat mengetahui setiap ada orang yang datang. Termasuk kedatangan polisi saat hendak membubarkan arena tersebut," jelasnya.

Tulis Komentar