Grebek Bandar Narkoba, Anggota Polres Lampung Tengah Dikeroyok Warga
Kilasriau.com, - Kepala Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Lampung Tengah terkena hantaman kayu dari warga saat menggerebek bandar sabu-sabu.
Akibatnya lengan kiri sang kasat mengalami luka ringan akibat menangkis pukulan tersebut.
Peristiwa ini dialami oleh AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, saat satuannya melakukan penggerebekan peredaran narkoba di Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar pada Senin (5/12/2022) sore.
- Sinergi Bea Cukai Aceh dan Aparat Penegak Hukum Ungkap Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Aceh Utara
- Tim Gabungan TNI Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi
- ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne di Tapsel Jadi Tersangka, Tidak Ditahan Karena Istri Perwira Polisi?
- Respon cepat Polsek Kateman atas pengaduan masyarakat lewat medsos facebook tentang dugaan Penyalahgunaan Narkotika di Ruko Salon WN Kel. Tagaraja Kec. Kateman
- Bea Cukai Aceh Gagaglkan Peredaran 356.480 Batang Roko IIegal Melalui Jasa Titipan
Ketika itu, anggota kepolisian mendapatkan kepastian informasi bahwa ada seorang bandar sabu dan tiga orang pemakai narkoba berada di kampung tersebut.
"Keempat orang ini adalah TO (target operasi) dari Satnarkoba Polres Lampung Tengah," kata Dwi saat dihubungi, Selasa (6/12/2022) malam.
Anggota Satnarkoba Polres Lampung Tengah pun menuju lokasi untuk menangkap para pelaku peredaran narkotika ini.
Namun, saat hendak menangkap pelaku, anggota kepolisian mendapatkan perlawanan dari sekelompok massa.
Dwi mengatakan sekelompok massa itu berusaha merebut keempat pelaku yang telah ditangkap polisi.
Beberapa orang di antaranya terlihat membawa kayu balok dan senjata tajam.
Dwi yang memimpin operasi penangkapan berusaha menenangkan sekelompok massa itu. Tetapi massa tetap merangsek dan berusaha merebut keempat pelaku.
Beberapa anggota kepolisian diserang oleh sekelompok massa itu. Bahkan lengan kiri Dwi sempat terluka saat menangkis hantaman kayu balok dari massa.
Massa yang beringas bahkan merusak mobil operasional yang digunakan untuk membawa keempat pelaku ke Mapolres Lampung Tengah.
“Sekelompok massa tersebut merusak mobil, dan memukul petugas menggunakan kayu dan senjata tajam, salah satunya tangan saya terluka karena menangkis serangan warga," kata Dwi.
Dalam kekacauan situasi itu, massa merebut dua orang pelaku peredaran narkoba dari tangkapan polisi.

Tulis Komentar