"Mosi Tidak Percaya" Warnai Kongres 1 MIO Indonesia
KILASRIAU.COM, Jakarta, - Teriakan mosi tidak percaya mewarnai Kongres 1 MIO Indonesia yang diadakan di Golden Boutique Hotel, Jum'at (25/11/2022). Hal ini diungkap Dedi Dima sebagai peserta tak diundang dalam kongres tersebut.
Dedi pun mengatakan, kongres ini hanya permainan ketum dan kroninya sehingga tidak adanya pertimbangan pendapat anggota lain dalam memilinya. Ibarat jualan sayur di pasar pagi.
"Apaan coba, mirip jualan sayur di pasar pagi. Kita mah teriak mosi tidak percaya," ungkap Dedi.
- Rajut Persatuan dalam Bingkai Hukum, KNPI Inhil Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Inhil: Pemuda dan Adhyaksa Bersatu untuk Negeri
- Bentengi bullying dan kekerasan pada Santri, FKPP dan Kemenag Pekanbaru Gelar Santri Leadership Academy
- Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang
- KH. MUHAMMAD MURSYID TERPILIH SECARA AKLAMASI SEBAGAI KETUA UMUM KBB PROVINSI RIAU PERIODE 2026–2030
- MUSWIL KBB KE-III RIAU: MERAJUT PERSAUDARAAN, MENJAGA MARWAH BANJAR
Hal senada juga disampaikan Martha selaku pendiri MIO yang sengaja keluar lebih dulu beberapa bulan setelah MIO didirikan. Dia mengungkapkan bahwa MIO hanya akal-akalan orang yang mau cari duit. Administrasi jelek dan tidak adanya keterbukaan. Semuanya serba tertutup.
"Ini entah organisasi entah perusahaan. Ada pula forum tertutup setelah kita selesai bahas satu urusan di forum terbuka. Saya pun tidak tahu sampai sekarang," ujar Martha.
Disamping itu, Martha juga mengkritik pengadaan kongres ini juga dadakan. Tidak adanya ucapan sebelumnya. Bahkan dia tahu dari Ketua MIO Indonesia DPD DKI Jakarta Agung Kakang.
"Lucunya, saya tahunya dari orang yang tidak saya kenal. Pak Agung Kakang sewaktu beliau hadir pelatihan dengan saya. Saya mentornya," kata Martha.**

Tulis Komentar