Santri di Tasikmalaya Jadi Korban Penganiayaan Usai Dituduh Mencuri
KILASRIAU.com, - Aksi kekerasan di lembaga pendidikan kembali terjadi. Seorang santri sebuah pesantren di wilayah Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya mengalami luka-luka setelah dianiaya teman sesama santri. Tak terima dengan apa yang menimpa anaknya, bapak kandung korban mengadu ke Polres Tasikmalaya Kota.
Korban diketahui berinisial Z (14) warga Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Dalam laporannya kepada polisi ayah korban Y memaparkan aksi penganiayaan yang menimpa anaknya itu terjadi pada Senin (21/11) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban dipanggil oleh terlapor yang merupakan santri lainnya ke kobong. Korban kemudian ditanya mengenai masalah pencurian yang terjadi di kobong alias asrama santri tersebut. Korban dituduh mencuri, tapi karena tak merasa mencuri korban membantah.
- PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
- Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Dua Saksi Kader IMM Resmi Diperiksa: Tim Advokasi Desak Penyidik Kembangkan Bukti CCTV DPRD Riau dan Tuntut Langkah Progresif
- Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Tailan di Lhokseumawe
- Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
Mendapati hal itu pelaku lalu marah-marah. Pelaku kemudian melakukan aksi kekerasan dengan memukul wajah korban dan menendang punggung korban.
"Sewaktu melakukan pemukulan lampu kobong dimatikan," kata bapak korban, Jumat (25/11/2022).
Akibat peristiwa itu, korban mengaku merasakan sakit di bagian punggung, sehingga mesti berobat ke RSUD Tasikmalaya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota AKP Agung Tri Poerbowo membenarkan mengenai adanya pelaporan aksi kekerasan atau bullying tersebut.
"Memang betul adanya kasus bullying. Kejadian itu di salah satu pesantren daerah Cisayong," kata Agung.
Dia memaparkan aksi kekerasan itu dipicu adanya seorang santri yang dituduh mencuri. Namun karena yang dituduh tidak merasa, dia malah dianiaya.
"Di sini salah satu santri dituduh mencuri tapi tidak mengakui. Hingga terjadi aksi bullying itu," kata Agung.
Lebih lanjut dia mengatakan sedang melakukan penyelidikan terkait pelaporan tersebut. Sejumlah saksi mulai diperiksa untuk dimintai keterangan.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Kita periksa korban dan saksi-saksi kejadian itu," kata Agung.

Tulis Komentar