Pesantren Ramadan BKMT Kuantan Singingi di Kuantan Tengah Digelar Empat Hari, Hidupkan Masjid dan Surau dari Desa ke Desa

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan di wilayah Kecamatan Kuantan Tengah selama empat hari berturut-turut. Program ini dirancang sebagai upaya penguatan dakwah, pendidikan keagamaan, serta kepedulian sosial yang langsung menyentuh masyarakat di tingkat desa.

Memasuki hari kedua, Selasa malam (3/3/2026), Pesantren Ramadan dipusatkan di Masjid As Syuhada, Desa Pulau Kedundung. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari malam pertama yang sebelumnya dilaksanakan di Surau Fathul Jannah, Dusun Kampung Medan, Desa Pintu Gobang Kari.

Rangkaian Pesantren Ramadan di Kecamatan Kuantan Tengah ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan lokasi berpindah dari masjid ke masjid dan dari surau ke surau. Pola ini dipilih agar kegiatan pembinaan keagamaan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, sekaligus menghidupkan fungsi rumah ibadah sebagai pusat pendidikan umat selama bulan suci Ramadan.

Pelaksanaan malam kedua berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Hadir Ketua PD BKMT Kabupaten Kuantan Singingi Yulia Herma, S.Pd beserta rombongan pengurus, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si, Kepala Desa Pulau Kedundung Yandi Irson beserta perangkat desa, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat ini memperlihatkan kuatnya sinergi dalam membangun kehidupan religius yang harmonis di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Ketua PD BKMT Kuantan Singingi Yulia Herma menegaskan bahwa Pesantren Ramadan merupakan agenda strategis BKMT yang tidak hanya berorientasi pada penguatan ibadah, tetapi juga pembinaan akhlak dan solidaritas sosial.

“Untuk Kecamatan Kuantan Tengah, Pesantren Ramadan kami laksanakan selama empat hari. Kegiatannya berpindah-pindah agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Kami ingin masjid dan surau benar-benar hidup, bukan hanya sebagai tempat salat, tetapi juga pusat pendidikan, silaturahmi, dan pembinaan umat,” ujarnya.

Menurut Yulia, BKMT memandang Ramadan sebagai bulan pendidikan yang sangat penting, khususnya bagi keluarga dan generasi muda. Melalui pengajian, tausiyah, dan dialog keagamaan, BKMT berupaya menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan di tengah tantangan kehidupan modern.

Selain pembinaan rohani, kegiatan Pesantren Ramadan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan untuk mushalla dan surau. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung operasional rumah ibadah dan meningkatkan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan kegiatan keagamaan selama Ramadan dan seterusnya.

Selain pembinaan rohani, Pesantren Ramadan BKMT Kuantan Singingi juga dirangkai dengan program bantuan sosial. Melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), bantuan disalurkan kepada 10 orang mustahik di setiap desa yang dikunjungi oleh Ketua PD BKMT Kuantan Singingi selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Penyaluran bantuan tersebut disesuaikan dengan desa lokasi Pesantren Ramadan, sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi mustahik, sekaligus memperkuat makna Ramadan sebagai bulan berbagi dan kepedulian sosial.

Camat Kuantan Tengah Eka Putra dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi BKMT dalam mendampingi masyarakat melalui program keagamaan yang berkelanjutan. Ia menilai, Pesantren Ramadan yang digelar selama empat hari ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam membangun karakter religius masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat nilai moral dan spiritual masyarakat. Kami berharap program Pesantren Ramadan BKMT dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Kedundung Yandi Irson menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Masjid As Syuhada sebagai salah satu lokasi Pesantren Ramadan. Ia menilai kehadiran BKMT membawa semangat baru bagi jamaah dan ibu-ibu majelis taklim di desanya.

Rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan diisi dengan pengajian, tausiyah keislaman, doa bersama, serta dialog keumatan yang disampaikan secara komunikatif dan membumi. Materi yang disuguhkan menekankan pentingnya memperkuat iman, menjaga keharmonisan keluarga, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak malam pertama hingga malam kedua pelaksanaan. Jamaah dari berbagai kalangan, khususnya ibu-ibu majelis taklim, mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Mereka berharap Pesantren Ramadan yang berlangsung selama empat hari di Kecamatan Kuantan Tengah ini dapat terus berlanjut hingga menjangkau lebih banyak desa dan dusun di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Melalui Pesantren Ramadan ini, BKMT Kuantan Singingi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dakwah yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Ramadan dimaknai bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga momentum menghidupkan masjid dan surau sebagai pusat peradaban, pendidikan, serta solidaritas sosial umat.*(ald)






Tulis Komentar