Warga Rawajati Jaksel Persiapkan Diri Hadapi Banjir
KILASRIAU.com, - Wawan, warga RW 007 Jalan Bina Warga, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, menjadi salah satu warga terdampak banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Terakhir, banjir terjadi di permukimannya pada 11 Oktober 2022. Banjir diduga disebabkan luapan air Kali Ciliwung yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat tinggalnya.
Banjir berulang kali dirasakan Wawan yang sudah lebih dari 40 tahun tinggal di Rawajati.
- Kemnaker Buka Layanan Mitra MagangHub bagi Perusahaan di Jabodetabek
- Kebakaran Hanguskan Enam Rumah di Pulau Kijang, Camat, Kapolsek dan Danramil serta Warga Turun Padamkan Api
- Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah
- MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September
- Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Jalan Budiman Tembilahan
Wawan mengatakan, banjir yang kerap terjadi membuatnya memetik banyak pelajaran untuk melakukan langkah antisipasi.
Biasanya, Wawan dan warga lain sepakat untuk kerja bakti membersihkan saluran lingkungan rumah saat memasuki musim hujan.
"Persiapan awal itu, saluran air rumah warga ke kali. Kami kerja bakti. Kan kalau ada lumpur itu mampet, itu yang kami dahulukan (dibersihkan)," ujar Wawan saat berbincang di permukimannya, Kamis (10/11/2022).
Setelah saluran di lingkungan selesai dibersihkan, Wawan biasanya mengemas berkas-berkas penting, seperti sertifikat tanah dan berkas kependudukan kartu keluarga (KK).
Adapun untuk perabotan rumah, Wawan biasanya mementingkan barang yang dapat dipakai ketika evakuasi diri di lantai dua rumah.
"Pokoknya yang penting pertama sih berkas-berkas itu harus diamankan. Kalau kompor mah itu gampang. Kalau (barang) elektronik ketika dibilang siaga 3, siaga 2, itu baru kami pindahkan," kata Wawan.
Bagi Wawan, banjir yang merendam rumahnya seperti makanan sehari-hari. Bahkan, banjir disebut bisa datang lagi setelah beberapa menit warga selesai membersihkan rumah.
"Jadi ya kalau saya sih sudah kayak makanan sehari-hari. Yang penting barang-barang sudah diangkut," kata Wawan.

Tulis Komentar