Hari Pahlawan
Jenazah Letkol Sroedji Diseret Tentara Belanda dan Dipamerkan 3 Hari
JEMBER, KILASRIAU.com - Komandan Brigade III Damarwulan, Letkol Mochammad Sroedji gugur setelah disrgap dan terlibat baku tembak dengan pasukan Belanda di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari. Jenazah Letkol Sroedji sempat diseret ke alun-alun Jember menggunakan truk.
"Tubuh Letkol Sroedji sempat ditusuk-tusuk bayonet," kata Peneliti Sejarah Letkol Mochammad Sroedji, Irma Devi, Sabtu (10/11/2018).
Menurut Irma, Belanda sendiri awalnya juga tidak yakin bahwa yang gugur dalam penyergapan itu merupakan Letkol Mochammad Sroedji. Sebab Letkol Sroedji sendiri memang memiliki banyak nama samaran.
- Sudah 12 Jam Lebih Sumut Blackout, Bukti GM PLN UID Sumut Tidak Bisa Bekerja
- Blackout Berulang Sejak 2024 Bentuk Kejahatan Kemanusiaan, Pecat dan Tangkap Dirut PLN Darmawan Prasodjo!
- Kemnaker—Unpad Bangun Sinergi Pengembangan SDM dan Ketenagakerjaan
- PMT Layani Pelayaran Langsung Perdana CMA CGM dari Kuala Tanjung ke China Selatan
- Harga Pinang Muda Tembus Rp10 Ribu per Kilo, Harapan Baru Petani Inhil Mulai Bangkit
"Nama samarannya banyak, untuk menyembunyikan identitas agar tidak mudah dikenali Belanda," terang Irma.
Untuk memastikan, akhirnya Belanda memanggil warga untuk mengenali jenazah Letkol Sroedji. Dari keterangan warga itulah akhirnya Belanda tahu bahwa komandan pasukan Republik yang gugur itu memang benar-benar Letkol Sroedji.
Begitu tahu bahwa orang yang dicari selama ini meninggal, Belanda kemudian membawa tubuh Letkol Sroedji ke kota Jember. Caranya, dengan menyeret menggunakan truk.
"Kedua tangan Letkol Sroedji diikat ke bak truk bagian belakang. Kemudian diseret ke alun-alun Jember," kata Irma.
Jenazah Letkol Sroedji kemudian ditaruh di sebuah halaman hotel di Jember. Di sana, tubuh Letkol Sroedji sengaja dijadikan tontonan untuk warga.
"Tujuannya adalah untuk menunjukkan ke masyarakat bahwa jika melawan Belanda maka bisa bernasib seperti Letkol Sroedji," terang Irma.
Setelah berada di sana selama tiga hari, akhirnya ada salah seorang tokoh masyarakat yang memberanikan diri meminta jenazah Letkol Sroedji untuk dimakamkan.
"Setelah diperbolehkan Belanda, maka jenazah Letkol Sroedji dibawa dan dimakamkan di daerah Kreongan Patrang. Yang mengiringi pemakaman waktu itu banyak sekali," kata Irma.

Tulis Komentar