Sekjen Kemnaker Puji Peranan BPVP Lombok Timur dalam Peningkatan Kompetensi SDM
KILASRIAU.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, @anwsanusi memuji @bpvp.lotim yang senantiasa memaksimalkan peranannya dalam meningkatkan kompetensi SDM.
"Saya sangat bangga di BPVP Lombok Timur ini menjadi sebuah arena untuk saling belajar. Saya juga senang karena di BPVP ini menjadi tempat untuk bertemu dan berkolaborasi dengan para stakeholder," kata Sekjen Anwar.
Sekjen Anwar menyampaikan hal tersebut saat membuka sekaligus menutup acara Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Angkatan III CPMI Caretaker dan Bahasa Korea G to G, dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama pada Kamis (20/10/2022) di BPVP Lombok Timur.
- Dandim 0314/Inhil Bersama Bupati Tinjau Pembangunan Yon TP 953/Harimau Rawa di Kempas
- Hibah Lahan untuk Yonif TNI di Inhil: Antara Kepentingan Pertahanan dan Amal Jariyah Kolektif
- Sosialisasi Teknis Penegasan Batas Desa di Kecamatan Kemuning, Pemkab Inhil Dorong Kepastian Administratif Wilayah
- Menkomdigi: WFH Tidak Boleh Ganggu Layanan Publik
- Lantik 12 Pejabat, Menaker: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Anwar berharap ilmu yang diperoleh para peserta selama mengikuti PBK menjadi bekal dalam menghadapi persaingan di pasar kerja.
"Kami yakin mudah-mudahan tentunya usai mengikuti pelatihan ini, adek-adek segera mendapatkan sertifikat kompetensi yang itu akan menjadi modal adek-adek tercinta dalam rangka memenangkan pasar kerja baik di dalam maupun di luar negeri," kata Sekjen Anwar.
Sekjen Anwar juga menyampaikan rasa senangnya atas kecakapan komunikasi bahasa Jepang dan Korea Selatan para peserta PBK.
"Saya sangat senang ternyata kita memiliki talenta untuk kita bisa menguasai bahasa dengan cepat," ucapnya.
Adapun penandatanganan PKB antara BPVP Lombok Timur dan beberapa stakeholder terkait pelatihan vokasi dan pengembangan SDM, ia meminta agar segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
"Saya harapkan apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya komitmen di atas kertas, tapi akan menjadi suatu realitas.
Kita perlu mengikatkan dalam sebuah komitmen, tapi yang tidak kalah penting adalah kita wujudkan dalam langkah aksi yang konkret," jelasnya.**

Tulis Komentar