Lingkungannya Tercemar, Ada Dugaan Predator di Kuala Sebatu Sering Mengamuk
Kilasriau.com - Akibat aliran sungai yang dangkal serta air kiriman diduga dari perusahaan PT Setia Agrindo Mandiri (SAGM) di desa Kuala Sebatu mengakibatkan kebanjiran kemudian lahan milik masyarakat terancam mati.
Melihat hal ini membuat hewan predator di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kerap memunculkan diri dan mengamuk.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh media, sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa diduga air yang mengalir ke rawa-rawa atau sungai di sana sudah tercampur oleh residu pupuk, hingga menyebabkan predator terbesar resah.
- Gaji Tak Dibayar, Insentif Kader Dipotong: Dana Desa Kampung Baru Concong Dipertanyakan, Kades Membantah
- PASIS DIKREG LXVIII SESKOAD GELAR PENYULUHAN KARHUTLA, DORONG KOLABORASI SATKOWIL DAN STAKEHOLDER DI INDRAGIRI HULU
- Zainal Abidin Keluarkan Surat Pernyataan: Tanda Tangan di Surat Tanah Atas Nama H. Badu Dinyatakan Palsu
- Harlah ke-30 Desa Pinang Jaya Dimeriahkan Lomba PHBS dan Keindahan Lingkungan
- Peringatan Hari Lahir Desa (HARLADES) ke-30 Desa Pinang Jaya
"Residu dari pupuk itu akan merusak habitat yang hidup di aliran sungai, termasuk mengganggu kenyamanan buaya, sehingga merasa tak nyaman dengan kondisi air, makanya buaya ada yang menerkam manusia," katanya, Rabu (12/10/22).
"Jadi kalau bisa sample air setelah hujan yang keluar dari areal perkebunan itu di uji, apakah masih diambang batas pencarannya akibat residu pemupukan sawit," tambahnya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Inhil saat dikonfirmasi menyebut akan mendiskusikan kembali.
"Ya, nanti kita diskusikan kembali," katanya saat dikonfirmasi wartawan via WhatsApp, Rabu (12/10/22).**

Tulis Komentar