Pemuda Tualang Tidak Boleh Masuk Ke Area Lanfill Milik Perusahaan IKPP
Kilasriau.com - Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu beredar informasi bahwa ada air berwarna hitam dan busuk mengalir deras ke area sekitar dari bak lindi ( limbah industri ) milik PT IKPP Perawang.
"Kami dapat informasi ada limbah milik ( PT IKPP ) yang meluap, jadi kami sebagai pemuda Tualang ingin langsung melihat kelokasi lenfill tersebut dan ingin mengambil sampel untuk kami uji sendiri agar mendapatkan data yang real, tidak sekedar menerima informasi dari pihak pihak tertentu saja seperti perusahaan dan dinas lingkungan hidup, biar real, transfaran serta berbanding," kata Buyung yang berdomisili di Perawang Barat, Rabu ( 31/08/22 )
"Sebagai masyarakat dan pemuda Kecamatan Tualang kami tentu berdampak secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan perusahaan disini, dan sangat di sayangkan perusahaan tidak mengizinkan kami untuk melihat kelokasi lanfill tersebut padahal kami datang baik baik dan mengikuti prosedur dari perusahaan, tambah buyung.
- Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
- Sidak Lapas Cibinong, Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto
- Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
- Perdagangan Aceh Semester I 2026 Catat Surplus USD105,4 Juta, Ekspor Didominasi Batu Bara
Selain itu juga Buyung menunjukkan warna air hitam dan busuk itu tentunya menurut kami sudah tidak sesuai dengan baku mutu air. Jika perusahaan seperti ini wajar kami melakukan demo karena perusahaan terkasan tidak transfaran dan terbuka, kami datang baik baik bukannya di fasilitasi dengan baik malah di lempar sana lempar sini, tambahnya.
"Saya tidak datang sendiri, saya bersama rekan rekan pemuda, ada apay, wahyu, jefri, andre dari kelurahan dan iyul dari kampung tualang, kami datang sebap kami peduli karena sebagai masyarakat dan pemuda Tualang kami khawatir kalau pencemaran sampai merusak lingkungan," tutup buyung.

Tulis Komentar