Begini Kronologi Seorang Balita Yang Keracunan Saat Minum Obat Penurun Panas Kedaluwarsa
Kilasriau.com - Seorang balita berinisial A muntah hingga demam tinggi setelah diberikan obat penurun panas kedaluwarsa pada saat mengikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Dinkes Tangerang sudah meminta maaf.
Setidaknya, ada tiga orang balita yang mendapat obat kedaluwarsa ini. Namun baru satu orang yang mengaku telah meminumkan obat tersebut untuk anaknya.
- Bea Cukai Langsa Kembali Hadir Salurkan Bantuan Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Terdampak Pasca Bencana Hidrometeorologi
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi di Posyandu Bunga Kenanga, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang pada Selasa (9/8/2022).
“Bermula petugas puskesmas menemukan tiga obat PCT drop kedaluwarsa di dalam tas Posyandu, kemudian langsung dipisahkan dan berencana diserahkan ke petugas Farmasi Puskesmas,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/8/2022).
Kendati demikian, setibanya di puskesmas petugas tersebut lupa menyerahkan kepada petugas farmasi puskesmas.
Saat BIAN dilaksanakan di posyandu tersebut, obat kedaluwarsanya terbawa sehingga diberikan kepada pasien karena berasal dari tas yang sama, tanpa memeriksa kembali masa kedaluwarsa dari obat tersebut.
“Kemudian diperoleh laporan dari kader atas kondisi salah satu bayi yang telah meminum obat dan petugas langsung bergerak melakukan penarikan obat tersebut,” katanya.
Atas kejadian ini, Dini menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang telah terjadi. Dijelaskannya, posyandu tersebut memang sudah dua tahun tidak aktif karena pandemi.
Alhasil, masih terdapar obat lama yang belum sempat dilaporkan atau dikembalikan ke petugas farmasi di puskesmas.
"Petugas sudah langsung melakukan kunjungan ke rumah pasien, serta meninjau dan memeriksa langsung kondisi (A) pasca minum obat tersebut,” paparnya.


Tulis Komentar