Mahasiswa Kukerta UNRI Memperingati Hari Anak Nasional
KILASRIAU.com - Mahasiswa Universitas Riau yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah melakukan peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di RW 12, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Ahad (24/7/22).
Mahasiswa Kukerta UNRI melaksanakan selama 2 hari sejak 23-24 Juli 2022 dengan mengusung tema "Bangkitkan Semangat Anak dengan Permainan Tradisional di Kelurahan Meranti Pandak, Rumbai Pesisir"
Tim Kukerta ini di ketuai oleh Rafi Putra Sena, wakil ketua Asmunip, dan beranggotakan Harika Syahlina, Helda Herawati, Aprini Nelfianti, Revanda Arrivera, Abdul Rahman, April Rose, Adi Putra, Anggi Yuni Harahap, beserta Dosen Pembimbing Lapangan Ismandianto, M.Ikom.
- Mahasiswa UNRI Minta Kasus Tewasnya Siswa MTsN Diusut Tuntas
- Tingkat Kualitas Pendidikan, Bupati Inhil Resmikan TK Negeri Pembina Kecamatan Concong
- Bupati Inhil Hadiri MoU & PKS UIN Suska Riau Dengan Kepala Daerah Se Prov. Riau Serta FGD Penempatan KKN Mahasiswa UIN Suska Riau
- Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Buat Pojok Baca dan Lakukan Rekapitulasi Pustaka di Perpustakaan Tuah Cemerlang
- Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Dampingi UMKM Kampung Tuah Indrapura Daftar Google Maps dan QRIS
Hari Anak Nasional yang bertepatan pada tanggal 23 Juli 2022 merupakan hal yang sangat penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh bangsa Indonesia dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa membeda-bedakan atau diskriminatif, memberikan yang terbaik untuk anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya.
Menurut Kurniati permainan tradisional adalah aktivitas permainan yang tumbuh dan berkembang di daerah tertentu, yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan tata nilai kehidupan masyarakat dan diajarkan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.
"Untuk itu, mahasiswa UNRI mengangkat kegiatan yang bertema pada permainan tradisional. Jadi, dengan melakukan kegiatan permainan tradisional ini anak- anak akan menjadi lebih aktif dan mengenai budaya yang ada di Indonesia," ucapnya.
Permainan tradisional yang telah dilaksanakan yaitu Statak, cakbur, tali merdeka, kotak pos, segitiga, congklak, singkong/baling sendal, estafet dan kucing kucingan. Masing - masing permainan dilakukan dengan pembagian tim. Kurang lebih terdapat 50 anak yang ikut dalam kegiatan ini dengan usia mulai dari 5 tahun hingga 13 tahun.
Hal senada juga disampaikan Rafi Putra Sena bahwa permainan tradisional sangat lah jarang dimainkan di era digital saat ini. Kebanyakan anak sudah bermain games di smartphone nya aja. Keberhasilan kegiatan ini merupakan suatu pencapaian bagi Mahasiswa Kukerta untuk membangkitkan semangat anak-anak dan memperkenalkan permainan yang hampir saja dilupakan.
"Kami melakukan kegiatan ini agar permainan tradisional tetap dilestarikan dan tidak dilupakan. Oleh karena itu, partisipasi anak-anak saat ini sangatlah diluar dugaan. Mereka sangat senang dan semangat mengikuti permainan ini dari awal hingga akhir. Kitalah sebagai mahasiswa yang harus memperkenalkan permainan tradisional ini kepada anak-anak di era digital saat ini", ujarnya.
"Banyaknya dukungan yang diberikan dari kelurahan, ketua RW, para RT, para pemuda, warga, dan Dosen Pembimbing Lapangan membuat acara ini berjalan dengan lancar," tambahnya.
Moto hari Anak Nasional yang diberikan dari Mahasiswa Kukerta Universitas Riau yaitu "Anak terlindungi Indonesia Maju,"
Penulis : Harika Syahlina


Tulis Komentar