Pengusaha Penakaran Walet di Perawang Barat Mengganggu Kenyamanan Warga
KILASRIAU.COM - Sejumlah warga Desa Perawang Barat keluhkan dengan kotoran dan suara berisik keberadaan penangkaran walet yang berada didekat permungkiman warga,sekolah dan mesjid dikawasan Desa Perawang Barat.
Selah satu warga menyampaikan keluhan kepada awak media terkait dampak dari keberadaan penangkaran walet.
" Ya terganggulah bang, disini penangkaran waletnya dekat dengan Mesjid dan Sekolah. usaha boleh saja, tapi jangan kami juga merasakan bisingnya suara MP3 dan kotorannya," ujar Ade kepada awak media pada Jumat ( 10/06/22 )
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bupati Inhil Hadiri Fun Night Run Hari Bhayangkara ke-80, Sinergitas Polri dan Masyarakat
- Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
- Gladi Bersih 6.100 Penari Joget Mande Digelar, Inhil Siap Pecahkan Rekor MURI
- Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Warga tidak melarang siapapun berusaha, hanya saja jangan sampai mengganggu kenyamanan waktu istrahat,sekolah dan apalagi waktu beribadah akibat dari suara speaker yang tidak mati - mati.
Terkait keluhan warga dengan keberadaan penangkaran walet tersebut mereka menanyakan terkait prosedur atas perizinan penangkaran burung walet tersebut.
"Kalau di Kecamatan Tualang, ada puluhan penangkaran walet dan untuk perizinan hanya beberapa penangkaran walet saja yang sudah memiliki izin," ungkap Teguh Santoso ST Kabid Analisis Kebijakan DPMPTSP Kabupaten Siak kepada awak media.
"Yang tidak mendapatkan izin itu, kalau bangunan penangkaran walet itu di jadikan tempat tinggal," tambahnya.
"Terkait penindakan penangkaran walet, masyarakat bisa langsung melapor ke Camat Tualang sebagai tembusannya dan Satpol PP untuk penindakan," tutupnya.

Tulis Komentar