Bupati Inhil Dinilai Lamban Atasi Anjloknya Harga Kelapa
PEKAN BARU, KILASRIAU.com - Anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir menjadi perhatian banyak pihak. Tak hanya petani kelapa, bahkan para pedagang pun mengeluh. Tentu saja itu lantaran pencarian masyarakat di daerah berjuluk Negeri Hamparan Kelapa Dunia bergantung dari hasil kebun kelapa.
Putra daerah Inhil dari Kecamatan Gaung yang merupakan pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Gaung (IPPMKG) Pekanbaru, dan sebagai Menteri Luar Universitas BEM UIN SUSKA RIAU, turut angkat bicara terkait merosotnya harga kelapa di Inhil. Sulaimansyah akrab dengan sapaan Ucok Soren meminta kepada pemerintah Kabupaten Inhil sesegera mungkin mengambil langkah konkrit mengatasi hal itu.
Menurut dia, pemerintah setempat harusnya cepat tanggap mengatasi permasalahan klasik yang dari dulu hingga sekarang belum terselesaikan.
- Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta
- THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Perkuat Kolaborasi, Bea Cukai Malang Dorong Potensi Ekspor UMKM
- Bupati Inhil Tutup Wedding Expo dan Bazar UMKM Ramadan Fair 2026, Dorong Promosi Kreatif dan Penguatan Usaha Lokal
- Buka Wedding Expo dan UMKM Inhil Ramadan Fair 2026, Bupati Inhil Dorong Ruang Promosi dan Penguatan Ekonomi Lokal
"Bahkan kawan-kawan mahasiswa, baik yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir maupun yang berada di Pekanbaru, sudah melakukan aksi, namun tidak kunjung ada solusi konkrit dari pemerintah kabupaten," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Riaumandiri.co, Selasa (16/10/2018).
Ucok juga menyampaikan kekecewaannya pada Bupati Inhil yang dinilai lamban dalam menyelesaikan masalah kemasyarakatan, tapi cepat dalam menyelesaikan perihal yang bersifat politis.
Ia berharap Bupati Inhil segera memberikan jawaban dari jeritan masyarakat bawah. "Jangan biarkan masyarakat menangis terlalu lama karena kebutuhan yang semakin tinggi sedangkan penghasilan sangat minim," tegas dia.

Tulis Komentar