Pengolahan Pasca Panen di Kecamatan Kunidra

Foto: Minyak CPO yang berbahan baku kelapa, Ils-Int.

Kilasriau.com, INDRAGIRI HILIR - Pengolahan pasca panen menjadi salah satu cara yang inovatif yang dikembangkan oleh petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam meningkatkan nilai tambah dari produk perkebunan.

Dalam pengolahan pasca panen perkebunan kelapa, produk yang bisa dihasilkan oleh petani kelapa maupun kelompok tani bisa berupa minyak, kopra, VCO, Nata DeCoco, bahkan dengan memanfaatkan limbah kelapa seperti sabut kelapa yang bisa diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Mengenai pengolahan pasca panen kelapa, dari informasi yang didapat melalui masyarakat di Kecamatan Kuindara, Juna mengatakan bahwa pada umumnya masyarakat petani kelapa di Kecamatan Keritang hanya diolah menjadi kopra.

Akan tetapi selain pengolahan kopra, terdapat juga pengolahan minyak putih atau CPO berbahan baku kelapa di wilayah Kecamatan Kuindara.

"Pengolahan pasca panen selain kopra ada juga yang masih skala kecil mengolah minyak CPO," tutur Juna, Senin (18/10/2021) saat di hubungi awak media.

Selain itu, mengenai pemanfaatan limbah sabut kelapa untuk di Kecamatan kuindra belum terdapat pabrik pengolahan limbah sabut kelapa.

"Pemanfaatan limbah sabut untuk di ambil seratnya belum ada disini. Sabut kelapa paling dimanfaatkan untuk timbunan sama bahan bakar untuk pembuatan kopra salai," paparnya.

Untuk diketahui, melalui data Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir bahwa perkebunan kelapa di Kecamatan Kuindra untuk jenis Kelapa Dalam memiliki luas 13.139 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 5.874.394 kilogram.

Sedangkan luas perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida pada Kecamatan Kuindra memiliki luas 1.036 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan Kelapa Hibrida tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 1.512.924 kilogram.(Adv/Arbain)






Tulis Komentar