Gasebu Inisiasi Warga Terlantar Kerumah Sakit dan Koordinir Prosesi Fardhu Kifayah
KILASRIAU.com - Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (GASEBU) menginisiasi warga terlantar yang biasa dipanggil oleh warga di area pasar jalan SMP dengan panggilan Wae untuk dibawa kerumah sakit Tengku Sulung Kelurahan Madani Kecamatan Reteh. Jumat (20/08/2021)
Ketua Gasebu H Jalaluddin Husain mengatakan info terkait pasien pertama kali di posting di grup WA Gasebu oleh Inisiator Gasebu yang mengshare pasien atas nama Podang sedang terbaring lemah di tempatnya biasa dia tidur.
Melihat hal ini kemudian pengurus bergerak kelokasi untuk melihat lebih jelas kondisinya dan ternyata memang sudah sangat lemah karena mungkin tadi malam kehujanan dan kedinginan setelah hujan lebat dan angin kencang yang melanda semalaman.
- Polres Indragiri Hilir Berbagi Takjil Ramadhan kepada Masyarakat di Tembilahan
- Bea Cukai Meulaboh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian di Bulan Ramadhan
- Ramadhan Ke-7 Pemkab Inhil Perkuat Silaturahmi Melalui Buka Puasa Bersama
- Pererat Ukhuwah di Bulan Suci, Bupati Inhil Gelar Buka Puasa Bersama di Kediaman
- Polres Indragiri Hilir Berbagi Takjil Ramadhan 1447 H kepada Penumpang Pelabuhan Kuala Enok
"Saat kita kelokasi sudah banyak warga yang berkerumun dan sudah ada juga yang memberikan makan dan minum tapi kondisinya sudah memang sangat lemah. Karena saat itu juga sudah pukul 11.30 Wib dan hari Jumat sehingga masyarakat hanya memberikan pertolongan sekedarnya," ujarnya.
Lebih lanjut H Jalaluddin Husain menuturkan setelah shalat Jum'at inisiator Gasebu menyarankan agar Podang dibawa kerumah sakit dan setelah shalat jum'at bergerak membawa ambulance, membersihkan tubuh pasien bersama sama dengan pengurus gasebu dan warga.
"Kita bawa ke Rumah Sakit Tengku Sulung untuk mendapatkan perawatan dan juga memberikannya pakaian. Alhamdulillah setelah mendapatkan perawatan kondisinya sudah lebih baik sampai kemudian pasien dipindahkan keruang perawatan. Kita juga mencoba menghubungi keluarga pasien yang ada di Kecamatan Keritang melalui anggota Gasebu Abdul Muin dan juga kita share ke media sosial. Alhamdulillah sore hari sekitar pukul 16.00 WIB melalui inisiator kita dapat terhubung dengan keluarga pasien di Sungai Gergaji," jelasnya.
Pada malam hari nya perawat di ruang perawatan menghubungi kita untuk kerumah sakit karena pasien membuka semua infust yang terpasang dan juga membuka pakaian yang dikenakannya sehingga kita berusaha untuk memasangkan kembali pakaiannya namun dilepas lagi dan saat itu kondisinya memang sudah cukup stabil dengan tensi 110 yang sebelumnya hanya 60. Kondisi ini menyulitkan kita dan pihak perawat sehingga kita menghubungi pihak keluarga untuk solusinya dan akhirnya kesepakatan inisiator dengan pihak keluarga di sungai gergaji untuk malam ini juga kita bawa ketempat keluarganya dengan menggunakan ambulance yang dimiliki Gasebu dengan sebelumnya kita menghubungi Lurah Pulau Kijang Pak Surya Indra untuk meminta pengawalan Satpol PP. Saat semua persiapan untuk membawa pasien kita siapkan dan pembayaran administrasi kita selesaikan tiba tiba melalui Guntur kita mendapat info kalau kondisi podang alias wae negdrop dan kita langsung menuju keruang perawatan dan menghubungi perawat dan dokter dan setelah diperiksa ternyata beliau sudah meninggal. Dan kita langsung menghubungi pihak keluarga terkait wafatnya pasien dan kita sepakati dengan pihak keluarga kalau almarhum kita makamkan di Pulau Kijang. Dan malam itu semua persiapan terkait pelaksanaan Fardhu Kifayah kita bicarakan bersama dengan Lurah Pulau Kijang sebelum kita bubar dari rumah sakit," tambahnya.
Selain itu Lurah Pulau Kijang Surya Indra mengatakan sangat mengapresiasi inisasi yang dilakukan oleh Gasebu yang tanggap terhadap permasalahan sosial yang ada ditengah masyarakat. Terkait wafatnya saudara Wae sepenuhnya memang sudah di percayakan kepada Gasebu untuk mengurusnya
"Alhamdulillah semua berjalan baik mulai saat di evakuasi dari tempat almarhum biasa tidur sampai kemudian meninggal dunia dan dimakamkan berjalan dengan baik dan lancar. Tentunya selaku pemerintah kelurahan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu pasien baik dari segi pemikiran, tenaga dan juga bantuan donasi untuk pembiayaan rumah sakit dan juga penyelenggaraan fardhu kifayah untuk pasien. Semoga kesadaran dan kepedulian seperti ini terus tumbuh ditengah tengah masyarakat kita dan apa yang sudah dilakukan bernilai ibadah disisi Allah Swt," tuturnya.
Ditempat terpisah Inisiator Gasebu Nahrawi yang dihubungi melalui selluler nya mengatakan hari ini kepedulian dan kesadaran untuk membantu sesama yang mengalami kesusahan sangat terasa. Kasus warga terlantar ini menjadi cerminan bagi semua masyarakat bahwa memanusiakan manusia itu suatu hal yang sangat mutlak harus dilakukan terlepas dari faktor siapa dia dari kalangan mana dia.
"Hamba Allah yang sehari hari kita kenal dengan Wae ( yang kemudian kita ketahui namanya melalui bang fahmi/Joy) yakni Podang menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa kepedulian dan kesadaran kita terhadap sesama itu masih kuat tinggal lagi bagaimana memenej nya secara baik terbukti dengan kasus warga terlantar ini berbagai pihak ikut membantu terutama sekali dari sisi pendanaan. Karena nya ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Camat Reteh, Bapak Lurah Pulau Kijang, Keluarga Besar RSUD Tengku Sulung, KUA Kecamatan Reteh dan penyuluh Agama Kecamatan Reteh, Pengurus Mushalla Almuqarrabien, Remaja Masjid dan semua pihak serta donatur yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjalin dan menjadi ladang amal bagi semua," sebutnya.
ANDA DIA dan SAYA adalah KITA dalam SEMANGAT KEBERSAMAAN
#GerakanPeduliPodang
#GerakanSosialSepuluhRibu_GASEBU
#EmakEmak_GASEBU
#KorcamEnok_GASEBU
#KamiKumpulkan
#KamiSalurkan
#KamiPertanggungjawabkan


Tulis Komentar